
Umat Hindu melakukan rangkaian ritual peribadatan Galungan di Pura Tulung Urip, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (16/9). Destyan Sujarwoko/Antara
JawaPos.com–Seratusan umat Hindu di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek, merayakan Hari Raya Galungan di Pura Jagat Tulung Urip pada Rabu (16/9). Pura itu yang terletak di tengah hutan jati, Desa Wajak Kidul, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Mengenakan pakaian adat khas Jawa yang dipadu corak Bali, satu per satu umat Hindu tiba di lokasi pura sambil membawa aneka makanan, buah-buahan, serta sesaji untuk ritual bersama. Lokasi Pura Jagat Tulung Urip yang terletak di tengah hutan jati Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, menambah kesakralan prosesi peribadatan yang diawali dengan pembacaan doa-doa kepada para dewa.
”Ini adalah hari kebahagiaan, keselamatan bagi seluruh umat di dunia. Bukan hanya umat Hindu. Kita berdoa untuk semuanya, semoga dengan dharma ini kita diberi keselamatan,” kata tokoh Hindu Tulungagung I Nengah Sutedja.
Berbeda dengan upacara galungan tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini diwarnai penerapan protokol kesehatan. Selain menggunakan masker, umat yang datang juga diwajibkan membersihkan tangan menggunakan cairan pembersih beralkohol yang sudah disediakan panitia. Beberapa tokoh Hindu yang memberi sambutan juga menekankan soal pentingnya patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.
”Mudah-mudahan negara kita segera dihindarkan dari Covid-19. Khususnya Jawa Timur, dan lebih khusus lagi Tulungagung. Dan semua yang ada kita segara dihindarkan dari wabah penyakit. Wabah virus korona,” kata Nengah Sutedja.
Ritual peribadatan itu dipimpin Romo Mangun Musiran, pemuka Hindu asli Tulungagung. Ibadah persembahyangan disertai sesaji simbol pendarmaan (amalan) kepada dewa dan agama itu berlangsung khidmat, kendati peribadatan dilakukan secara sederhana di situs pura berbentuk alam terbuka di kaki bukit batu dan hutan jati, Dusun Tenggong.
Umat Hindu yang telah berkumpul di altar pura alam yang telah dipasang tenda untuk mengantisipasi hujan tersebut kemudian melakukan pujian, penyucian terhadap lingkungan sekitar tempat ibadah, dan disusul prosesi terakhir yakni sembahyangan. Usai sembahyangan, seluruh umat Hindu berbaur dengan aparat keamanan melakukan purak sesaji aneka hidangan makanan dan buah-buahan yang sebelumnya dihajatkan dalam ritual peribadatan di depan altar pura.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=lE4szea3aPk

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
