Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 November 2018 | 18.05 WIB

SMA Tugu Pertahankan Nuansa Zaman Belanda

SMAN 1 Malang di Jalan Tugu, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). - Image

SMAN 1 Malang di Jalan Tugu, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).

JawaPos.com - Bangunan-bangunan kuno dan megah berjajar di sepanjang Jalan Tugu, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Mulai Balai Kota Malang, Gedung DPRD Kota Malang, Hotel Tugu dan Skodam V Brawijaya.


Selain bangunan-bangunan yang menjadi ikon Kota Malang itu, terdapat pula kompleks sekolahan. Yakni, SMA Negeri 1 Malang, SMA Negeri 3 Malang, dan SMA Negeri 4 Malang. Karena lokasinya yang berdekatan, ketiga sekolah itu kerap disebut dengan SMA Tugu.


Tidak sedikit yang mengira jika SMA Negeri 1 Malang yang merupakan bagian SMA Tugu, telah berdiri sejak Indonesia belum merdeka. Padahal sekolah tersebut berdiri pada 17 April 1950.


Saat rezim Jepang berakhir, beberapa gedung di Alun-alun Tugu dibumihanguskan. Sehingga bangunan baru ada sejak zaman Belanda setelah kemerdekaan.


Dilihat dari sejarah singkatnya, SMA Negeri 1 Malang berdiri karena gerakan dari Sardjoe Atmodjo. Ketika Belanda kembali ke Indonesia setelah kemerdekaan, dia mengajak anak-anak untuk mendirikan sekolah.


Sebab saat itu pihak republik tidak mendirikan sekolah. Bahkan kantor Pendidikan dan Kebudayaan berada jauh dari Kota Malang. Yakni, di Sumber Pucung, Kabupaten Malang.


Pergerakan pendidikan dari Sardjoe Atmodjo dianggap ilegal. Karena Belanda memiliki kebijakan, sekolah yang tidak berlindung pada suatu yayasan dianggap liar dan harus dibubarkan. Akhirnya sekolah yang hanya memiliki 7 murid dan tidak memiliki gedung itu berubah menjadi SMT PGI (Persatoean Goeroe Indonesia), perubahan dari Persatoean Goeroe Hindia Belanda pada 1932.


Sebelum menempati gedung di Jalan Tugu Utara nomor 1, SMA sebelumnya berada di Jalan Arjuno. Kemudian Senin Kliwon, 17 April 1950, SMT PGI diresmikan menjadi SMA Negeri oleh Pemerintah Republik Indonesia. Kepala kekolah yang pertama adalah G.B. Pasariboe.


Dari peresmian itu, hingga kini gedung sekolah masih berdiri kokoh. Bahkan beberapa bangunannya masih dijaga dan dirawat seperti saat pertama kali berdiri. Gedung yang didominasi warna hijau itu mempunyai 2 lantai.


Salah satu guru SMA Negeri 1 Malang Agus Salim mengatakan, ada beberapa gedung lama yang masih asli dan dibiarkan. Tujuannya agar kesan heritage tetap terjaga. "Kami tidak mengubah bangunan lama," ujarnya.


Pertama kali memasuki sekolah, pengunjung akan disambut gerbang yang cukup tinggi. Pada bagian atasnya bertuliskan SMAN 1 Malang Bhumi Mitreka Satata. Ketika masuk lebih dalam ke gedung, pengunjung pasti akan merasakan suasana sekolah seperti saat masa-masa zaman Belanda.


Hal itu terlihat dari beberapa sudut gedung yang klasik. Beberapa gerbang pun masih asli menggunakan jeruji besi. Meskipun pihak sekolah menambahkan ornamen seperti gazebo di dalam sekolah. Namun tetap tidak menghilangkan nuansa kekunoan pada gedung.


Penggunaan jendela dan pintu masih sama seperti saat sekolah pertama kali dibangun. Tapi warnanya terlihat lebih bagus karena dilakukan pengecatan ulang. Bangunan yang asimetris turut menjadi ciri khas. Lorong-lorong sekolah yang terkesan jadul menjadi penghubung antara gedung satu ke gedung lainnya. Di beberapa sudut bangunan, temboknya ditempeli dengan keramik.


Dari semua sudut bangunan SMA Negeri 1, ada satu yang sering menjadi perbincangan masyarakat. Bukan karena apa-apa. Tetapi karena mempunyai cerita mistis. Yakni di aula sekolah. Tempat itu menjadi penghubung tiga sekolah. Yakni, SMAN 1 Malang, SMAN 3 Malang, dan SMAN 4 Malang.


Konon pada dulu kala, lantai aula kerap mengeluarkan cairan berwarna merah seperti darah. Meskipun sudah berkali kali dibersihkan, cairan tersebut terus saja keluar.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore