
Ilustrasi
JawaPos.com - Suasana duka dirasakan Agus (53) dan keluarga, karena anaknya yang bernama Rusmaya (16), kini tidak lagi dapat berkumpul bersama seperti biasanya. Rusmaya adalah sosok gadis yang ceria, tetapi dia lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan meneguk racun rumput.
Kemarin malam pukul 19.46 Wita, Agus yang merupakan ayah dari Rusmaya berada di lantai 2 RSUD Tarakan, tepatnya di depan musala. Tampak terlihat raut wajah sedih Agus dan Hajrah (ibu tiri Rusmaya).
Agus berusaha tegar dan menahan rasa sedihnya, saat penulis mencoba untuk membuka pembicaraan dengan ayah almarhum. Agus sesekali mencoba tertunduk, untuk menahan air matanya saat memulai menceritakan kronologis kejadian, Maya-sapaan akrab Rusmaya memutuskan mengakhiri hidupnya.
Diakui Agus, sebelum membawa Maya ke Sebuku, putrinya dulu dibesarkan oleh sang nenek saat dia (Agus) dan ibu kandung Maya memilih untuk berpisah di Sulawesi kala itu. Sejak kecil hingga lulus Sekolah Dasar (SD), Maya seringkali mengungkapkan rasa rindunya kepada sang ayah.
Bahkan, tak jarang Maya dulu sering mendesak ayahnya yang tinggal dan bekerja di Sebuku, untuk membawa Maya ikut ke Sebuku. Akhirnya, karena kerinduan dirinya kepada sang anak, Agus memutuskan menjemput Maya di Sulawesi untuk dibawa ke Sebuku ketika ia telah lulus SD.
Singkat cerita, Maya yang telah lama tidak bertemu dengan sang ibu kerap kali mengungkapkan kerinduan yang mendalam kepada ibu kandungnya. Sehingga Maya kerap kali merasa sedih. Tak tega melihat putrinya bersedih terus, Agus berusaha untuk mencoba mencari keberadaan istri terdahulunya itu, yang telah menghilangkan jejak sejak memutuskan bercerai.
Akhirnya, setelah berusaha keras mencari keberadaan ibu kandung Maya, Agus mendapatkan kontak dan tanpa berlama-lama lagi dia memberikan nomor tersebut kepada Maya. Sontak Maya langsung saja menghubungi perempuan yang telah mengandungnya selama sembilan bulan itu.
Maya mulai berkomunikasi dengan sang ibu. Namun, rupanya Maya merasa ada yang berubah dari ibu yang dirindukannya itu. Rasa kecewa itu, sempat Maya ceritakan kepada sang ayah, yang beranggapan bahwa ayah dan ibunya sudah tidak lagi menyayanginya.
“Waktu itu Maya memang kecewa karena ibunya tidak mau menjawab telponnya lagi,” ujar Agus sembari sesekali menyeka air matanya.
Hingga akhirnya Minggu (23/4), Maya ditemukan oleh ibu tirinya telah terbaring lemah di dalam kamar, diduga usai meneggak racun rumput. “Waktu itu dia sudah muntah-muntah. Mamanya (Hajrah) menangis sejadi-jadinya dan memanggil saya. Karena panik, Maya langsung saya bawa ke Puskesmas Sebuku dengan sepeda motor dibantu mamanya,” tutur Agus.
Setelah dilakukan tindakan penolongan pertama, kondisi Maya sempat membaik setelah tiga hari dirawat di Puskesmas Sebuku, namun selang beberapa waktu, kondisi Maya kembali drop sehingga pihak puskesmas menyarankan agar dibawa ke Rumah Sakit (RS) Malinau.
“Waktu itu saya heran, karena malamnya Maya baik-baik saja, malah sempat bercanda dan masih sempat minta dibelikan camilan. Tetapi subuhnya dia kembali drop,” ujar Agus.
Setelah dibawa ke RS Malinau, ternyata kondisi Maya tidak kunjung membaik, sehingga dirujuk ke RSUD Tarakan, karena tidak memiliki alat yang memadai. “Pada waktu dibawa ke RSUD Tarakan, saya sempat berkata dan memberikan Maya semangat untuk bertahan. Waktu itu Maya hanya mengangguk-angguk saja karena saat itu ia sudah tidak dapat berbicara akibat racun yang telah melukai tenggorokannya,” kata Agus yang bekerja sebagai karyawan lepas di salah satu perusahaan kelapa sawit di Sebuku.
Ketika itu Agus sampai di RSUD Tarakan, Kamis (27/4) sekira pukul 15.00 Wita, dan Maya langsung dilarikan ke ruang ICU untuk segera dilakukan proses pengeluaran racun dari tubuhnya. Tak disangka sekitar pukul 17.00 Wita kondisi Maya semakin memburuk, sehingga dokter mengingatkan kepada Agus agar dapat menerima segala risiko dan kemungkinan yang akan terjadi pada Maya.
“Saya juga sempat melihat kondisi Maya yang sudah tidak berdaya dengan alat bantu pernapasan yang terpasang di mulutnya,” ungkap Agus.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
