Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juni 2023 | 17.52 WIB

Terima 6 PMI Korban TPPO Thailand, Gubernur Khofifah Apresiasi Sinergitas Kepolisian dan Kemlu

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima 6 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Thailand. - Image

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima 6 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Thailand.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima 6 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur. Mereka merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Thailand.

Para PMI tersebut berasal dari Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Yakni ZR, MNI, AS, AR S, M. TAS dan BP. Usai menerima 6 PMI, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan upaya perlindungan yang dilakukan pihak Kepolisian terutama Polda Jawa Timur dan juga Kementerian Luar Negeri serta BP3MI.

”Alhamdulillah, kita bisa melihat saudara kita  6 orang PMI korban TPPO sudah kembali ke Jawa Timur dengan aman dan selamat. Ini merupakan hasil kerja keras yang luar biasa, baik Kemenlu maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya jajaran Polda Jawa Timur,” ungkap Khofifah.

Terkait TPPO, Khofifah berpesan bagi warga Indonesia yang akan mengambil keputusan bekerja di luar negeri agar memastikan proses yang dilalui sesuai prosedur. ”Jangan pernah mencoba secara non prosedural atau tidak resmi,” ujar Khofifah.

Dia menambahkan, terdapat beberapa langkah preventif yang perlu dilakukan dari skala kecil yakni di tingkat desa atau kelurahan dengan sinergi tripartit antara kades, lurah, bhabinsa, dan Babinkamtibmas. Terlebih, setiap warga yang akan meninggalkan daerah dalam waktu lama, tidak mungkin lepas dari laporan kepada lurah dan kepala desa.

”Maka tiga ujung tombak di lini paling bawah, kepala desa/lurah, bhabinsa, dan babinkamtibmas menjadi sangat penting untuk terus melakukan monitoring terhadap pergerakan warga. Terutama di desa-desa yang memang terkonfirmasi warganya ada kecenderungan untuk bekerja di luar negeri,” papar Khofifah.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Timur dan jajarannya, serta BP3MI atas kolaborasi yang diciptakan dalam upaya meringkus para tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di luar negeri.

”Terima kasih luar biasa kepada Kementerian Luar Negeri RI yang sangat sigap menangani hal ini sehingga dapat dipulangkan. Selamat datang kembali di Jawa Timur, mudah-mudahan selalu sehat dan Allah akan membukakan pintu pekerjaan yang baik bagi saudara-saudara semua,” ucap Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Sesditjen Protokol dan Konsuler Kemenlu RI Didik Eko Pujianto menyampaikan, Kementerian Luar Negeri RI tidak henti memberikan perlindungan kepada WNI. Hal itu sangat melekat bagi semua diplomat dan merupakan salah satu kewajiban moral untuk melindungi para WNI.

”Kami berterima kasih dengan Provinsi Jawa Timur karena memiliki concern perlindungan PMI yang bekerja di luar negeri. Kami tadi berdiskusi, betapa tidak mudahnya proses evakuasi,” terang Didik Eko Pujianto.

Dia menambahkan, hal itu merupakan tantangan yang membutuhkan kolaborasi antar semua lini. PMI yang menjadi korban eksploitasi tidak hanya berada di Thailand namun di berbagai negara di antaranya Filipina, Kamboja, bahkan Uni Emirat Arab.

”Jawa Timur sebagai salah satu penyumbang PMI tertinggi kami harap memiliki concern  tinggi untuk mengampanyekan penyadaran publik terhadap perlindungan PMI. Ini cita-cita kita bersama,” tutur Didik Eko Pujianto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore