Ilustrasi: Upaya Pemadaman Kebakaran di Gunung Bromo. (Instagram/@bbtnbromotenggersemeru).
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim) sejak Senin (3/8). Meski beberapa titik sudah berhasil dipadamkan, namun Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memerintahkan jajarannya mengerahkan 2 unit helikopter water bombing.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sudah menutup sementara kawasan wisata di Gunung Bromo sejak karhutla terjadi. Penutupan itu berlangsung sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
”Penutupan sementara diberlakukan terhadap akses masuk kawasan wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, termasuk melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi penutupan sementara kawasan serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Abdul Muhari pada Kamis (6/8).
Berdasar perkembangan terakhir pada Rabu (5/8), dia menyebut, api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, yang berada di wilayah administratif Desa Sariwani, Kabupaten Probolinggo, sudah berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB. Namun, masih ada 1 titik api di kawasan tersebut yang belum dapat dipadamkan karena berada di medan ekstrem dengan kontur terjal.
”Di sekitar tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang juga masih terpantau adanya sisa titik api. Tim gabungan masih bersiaga untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi tersebut,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman karhutla di Gunung Bromo, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman. Sejumlah titik api berada di lereng Kaldera Bromo dengan kontur terjal dan sulit dijangkau oleh personel pemadaman dari unsur darat. Selain itu, kondisi angin kencang di sekitar lokasi berpotensi mempercepat perambatan api.
Karena itu, BNPB memberikan dukungan untuk percepatan penanganan melalui operasi pemadaman udara. Sebanyak 2 helikopter water bombing dikerahkan mulai hari ini guna membantu pemadaman titik-titik api yang berada di kawasan lereng dengan medan terjal dan sulit dijangkau oleh tim darat.
”Operasi pemadaman melalui jalur udara menjadi salah satu solusi yang diharapkan dapat menekan perluasan kebakaran serta mempercepat penanganan di kawasan terdampak,” tutur Abdul Muhari.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
