
Gubernur Banten Andra Soni saat diwawancarai terkait kelanjutan MRT ke Provinsi Banten di wilayah Serpong Utara, Senin (8/9). (Muhtamimah/Jawa Pos)
P
JawaPos.com - Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa Provinsi Banten menghasilkan 8.126 ton sampah setiap hari, namun baru 13,4 persen atau sekitar 1.092 ton yang mampu dikelola dengan baik. Sisanya masih tertimbun di TPA maupun terbuang ke lingkungan.
Data tersebut ia sampaikan saat meresmikan Material Recovery Facility (MRF) Bintaro Jaya yang menjadi salah satu upaya pengolahan sampah modern di wilayah Tangerang Selatan.
“Karena itu, kehadiran MRF Bintaro Jaya hari ini merupakan tonggak penting. Fasilitas ini bukan hanya memilah dan memproses sampah menjadi material bernilai ekonomi, tetapi juga menegaskan bahwa sektor swasta memiliki peran signifikan dalam mendorong transformasi pengelolaan sampah menuju zero waste lifestyle,” ujar Andra Soni dalam sambutannya di Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (26/11).
Selain itu, Andra Soni menyebut Bintaro sebagai salah satu penyumbang sampah terbesar di Tangerang Selatan, sekaligus wilayah yang terus bergerak cepat mengatasi persoalan tersebut.
Tantangan pengelolaan sampah di Banten, katanya, semakin berat seiring pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, dan dinamika kawasan penyangga Jakarta, terutama di Tangerang Raya. Karena itu, sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular adalah kebutuhan mendesak.
Ia memaparkan bahwa lebih dari 3.700 ton sampah di Banten setiap hari masih berakhir di TPA dengan metode open dumping atau terbuang melalui pembakaran dan pembuangan ilegal. Kehadiran MRF Bintaro Jaya, menurutnya, menjadi tonggak penting karena fasilitas ini mampu memilah dan mengolah sampah menjadi material bernilai ekonomi, sekaligus menunjukkan besarnya peran sektor swasta dalam mendorong gaya hidup zero waste.
“MRF Bintaro Jaya diharapkan mampu mengurangi sampah yang masuk ke TPA, meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman, mengembangkan ekonomi sirkular, serta mendorong keterlibatan masyarakat,” kata Andra.
Ia menegaskan bahwa konsep ini patut menjadi percontohan bagi pemerintah kota maupun pengembang lain di Banten. Pemprov, lanjutnya, siap memperluas dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pengelolaan sampah terpadu.
