
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban selamat pasca kecelakaan kapal penyeberangan di wlayah Kepulauan Mentawai, Sumbar, pada Selasa (15/7). (Basarnas)
JawaPos.com - Sebanyak 17 dari 18 korban kapal terbalik di Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, masih ada satu korban hilang atas nama Guntur Saleleubaja. Tim SAR Gabungan memastikan bakal meneruskan pencarian korban yang tenggelam pada Senin (14/7).
Rudi selaku kepala Kantor SAR Mentawai menyampaikan bahwa 17 korban selamat sudah dibawa oleh KN SAR Ramawijaya 240 ke Pelabuhan Tuapejat pada 11.38 WIB. Kapal tersebut tiba dengan selamat bersama para korban pada pukul 14.45 WIB. Korban yang memerlukan perawatan medis langsung dibawa ke RSUD Mentawai, sementara korban lainnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
”Kami terus mengerahkan upaya maksimal dalam pencarian korban yang masih hilang,” kata dia pada Selasa (15/7).
Rudi memastikan, operasi SAR akan terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan sampai korban terakhir berhasil ditemukan. Dia meminta seluruh masyarakat di Mentawai segera melapor bila menemukan tanda atau petunjuk keberadaan korban hilang tersebut. Dia menyatakan bahwa operasi SAR dilakukan bersama-sama dengan sejumlah instansi lainnya.
”Pencarian hari ini melibatkan unsur SAR gabungan dari Kantor SAR Mentawai, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat. Kami juga mengapresiasi koordinasi yang baik antar instansi, serta dukungan masyarakat yang sangat membantu proses evakuasi para korban,” ujarnya.
Sebelumnya, Rudi menyampaikan bahwa instansinya mendapat informasi kapal penyeberangan yang bertolak dari Sikakap menuju Tuapejat terbalik sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, informasi itu baru diterima pada pukul 17.40 WIB. Informasi pertama diterima dari kepala Dusun Mapinang Utara.
”Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 17.56 WIB Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan RIB 02 Mentawai dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Dermaga Tuapejat,” terang Rudi dalam keterangan resmi pada Selasa (15/7).
Kapal yang mengalami kecelakaan hingga terbalik di Perairan Selat Sipora itu terdata sebagai kapal penyeberangan dengan ukuran 12 meter. Kapal itu menggunakan mesin berkekuatan 40 PK. Kecelakaan terjadi pada koordinat 2°27'20.26"S 99°56'23.32"E, atau sekitar 32,7 NM dengan heading 140° dari Dermaga Tuapejat.
”Upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan tim dan koordinasi dengan potensi SAR lainnya,” imbuhnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
