Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 17.44 WIB

Bukan Pakai Dana Umat, Dedi Mulyadi Tegaskan Rumah Sakit Al Ihsan Dibangun Gunakan APBD Provinsi Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)

JawaPos.com - Beredar informasi bahwa Yayasan Al Ihsan yang menaungi Rumah Sakit Al Ihsan disebut-sebut tak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan menggunakan dana umat dalam operasional ataupun pembangunan rumah sakitnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan, bahwa yayasan tersebut justru dialiri oleh dana APBD Provinsi Jawa Barat sejak berdirinya yayasan hingga putusan Mahkamah Agung (MA) dikeluarkan pada 2023.

“Satu kucuran anggaran mulai 1993 sampai 2001, sewaktu yang bersangkutan, saya tidak boleh menyebut namanya, masih menjabat di Provinsi Jawa Barat melalui anggaran rutin Rp 1,5 miliar melalui anggaran pembangunan, Rp 2,6 miliar melalui anggaran pembangunan, Rp 1,7 miliar melalui anggaran lainnya. Rp 6 miliar Total,” kata Dedi Mulyadi seperti diunggah pada akun Instagram pribadinya, Senin (7/7).

“Uang yang masuknya itu pada saat berdiri yayasan dan sudah mulai dibangun rumah sakitnya Rp 11,9 miliar,” imbuh dia. 

Selain itu, Dedi menjelaskan penyebab terjadinya tindak pidana korupsi pada anggaran tersebut. Adapun anggaran yang diperoleh melalui cara yang tidak sah.

Salah satunya melalui bantuan bahwa yayasan tersebut bukanlah instansi vertikal ataupun instansi penyelenggara. Namun, bantuan dari APBD dilakukan secara terus-menerus.

“Kemudian bantuannya tidak sesuai dengan prosedur proyek, kemudian di dalamnya Karena pada waktu itu yang menjadi pengelola yayasannya itu merupakan pejabat negara, dianggap menyalahgunakan kewenangannya sebagai pejabat negara,” jelas dia.

Eks Bupati Purwakarta ini pun sekali lagi menekankan bahwa yayasan Al Ihsan mendapat aliran anggaran dana dari Provinsi Jawa Barat. Termasuk pula Rumah Sakit Al Ihsan yang dibangun menggunakan APBD Jawa Barat.

“Karena apa? Karena apabila kita mau konsisten pada nilai-nilai agama, ada satu hal apa yang kita sampaikan tidak boleh kebohongan,” tukas Dedi Mulyadi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore