
Sejumlah kendaraan mengevakuasi korban ledakan di Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5). (Antara)
JawaPos.com–Seluruh korban tewas ledakan amunisi di kawasan pantai Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5) pagi, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk Garut.
”Dibawa ke RSUD Pameungpeuk, informasi yang saya terima semua meninggal,” kata Camat Cibalong Dianavia Faizal seperti dilansir dari Antara.
Dia mengungkapkan, laporan sementara korban ledakan itu terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil. Semua korban sudah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk.
Sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Cibalong, kata dia, saat ini juga sedang melakukan penyisiran karena kemungkinan masih ada serpihan dari bagian tubuh jenazah.
Dia menyampaikan, ledakan amunisi itu terjadi Senin (12/5) sekitar pukul 09.00 - 10.00 WIB. Lokasi tesebut merupakan daerah steril yang rutin dijadikan tempat ledakan amunisi kedaluwarsa.
”Kegiatan menjadi agenda rutin tahunan, dan selalu bersurat kepada saya (kecamatan) untuk izin,” beber Dianavia Faizal.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, 13 korban meninggal akibat ledakan pemusnahan amunisi tidak laik pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, telah berada di RSUD Pameungpeuk.
”Jenazah 13 korban sudah berada di RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut,” kata Kepala Dinkes Jawa Barat R Vini Adiani Dewi.
Namun demikian, Vini mengaku, belum bisa memastikan korban dari unsur TNI dan warga sipil, masing-masing ada berapa orang. Petugas Dinkes Jabar masih menunggu pihak TNI dan DVI Polri yang akan melakukan identifikasi para korban.
”Belum bisa diidentifikasi masih menunggu pihak TNI dan DVI,” ungkap Vini Adiani Dewi.
Sejauh ini, Vini mengatakan, belum menerima laporan terkait korban yang mengalami luka-luka dan baru menerima korban meninggal dunia.
Bahan-bahan peledak yang dimusnahkan itu merupakan barang milik TNI Angkatan Darat dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III, Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad). Informasi yang berkembang, nama-nama korban meninggal dunia yaitu Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, dan Pratu Aprio Setiawan.
Selain itu, Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Iyus Ibing bin Inon, Anwar bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
