Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2024 | 04.26 WIB

Soal Pernyataan Dico Ganinduto Terhadap Kota Semarang, Pengamat Nilai Hal Tersebut Merupakan Kritik

Bupati Kendal Dico Ganinduto. (Istimewa) - Image

Bupati Kendal Dico Ganinduto. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengamat Politik Herry Mendrofa menanggapi pernyataan Bupati Kendal Dico Ganinduto yang menilai jika Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi yang tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.

Herry menilai jika pernyataan tersebut wajar saja dilontarkan oleh Dico. Pasalnya, ia adalah salah satu kandidat yang bakal mencalonkan diri sebagai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Saya rasa sebagai salah satu kandidat wajar Dico menyampaikan hal ini. Upaya ini juga merupakan strategi bagaimana melihat respons publik. Semacam cek ombak," kata Herry dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai seorang kandidat, menurutnya, sudah pasti Dico harus memberikan atensi pada isu atau tren yang kuat.

"Kandidat lain belum masuk pada sisi ini. Ini juga dapat diartikan sebagai bentuk kesiapan Dico untuk bertarung dan membawa perubahan untuk Semarang," lanjutnya.

Menurutnya, Kota Semarang jika dilihat dari pertimbangan komparasi kekuatan dan kelemahan ibu kota provinsi yang di Pulau Jawa memang masih perlu dibenahi.

"Katakanlah (dibandingkan dengan) yang terdekat Jogja atau Surabaya, jelas masih harus butuh pembenahan. Semarang perlu pembenahan dengan baik," lanjutnya.

Herry menilai jika Semarang perlu branding sebagai kota atau wilayah yang aman, nyaman, dan bisa dikenal oleh publik, karena menjadi representasi Jawa Tengah.

"Jika melihat Jawa Tengah ya Semarang. Maka ini yang jadi kritiknya. Selama ini Semarang menjadi representasi dari kelemahan Jawa Tengah bila tidak ada perubahan dan perbaikan. Entry point kritiknya disini," katanya.

Selain itu, menurutnya, bencana banjir masih jadi problematika di Kota Semarang, yang artinya ada kelemahan dari sisi tata kelola wilayah.

"Maka variabel ini saja dapat dijadikan sebagai autokritik atas kinerja pemerintah sebelumnya," kata Herry.

Lebih lanjut, ia pun menyarankan agar Dico tetap fokus dengan melakukan langkah konkret serta menawarkan program terkait dengan kritikannya tersebut.

"Yang perlu dilakukan oleh Dico ya tinggal kedepan langkah konkretnya, tawaran program atas kritikannya apa, dijelaskan secara gamblang ke publik," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore