Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 April 2024 | 22.39 WIB

DPRD Kabupaten Batang Singgung Jalan Provinsi di Desa Surjo Kecamatan Bawang yang Tertimbun Sampah hingga 2 Ton

Proses pembersihan sampah yang menutup jalan provinsi di Desa Surjo, Kecamatan Bawang (Istimewa/Metro Pekalongan) - Image

Proses pembersihan sampah yang menutup jalan provinsi di Desa Surjo, Kecamatan Bawang (Istimewa/Metro Pekalongan)

JawaPos.com - DPRD Kabupaten Batang menyoroti  peristiwa mengejutkan terkait timbunan sampah di jalan provinsi di Desa Surjo, Kecamatan Bawang.
 
Secara tiba-tiba dan tak terduga, jalan provinsi tersebut tertimbun oleh sampah seberat dua ton, pada Maret 2024 lalu.
 
Hal tersebut, tentunya menjadi catatan panjang terkait persoalan sampah di Kabupaten Batang.
 
Selain itu, peristiwa tersebut sangat disayangkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Nur Faizin, mengingat permasalahan sampah tidak bisa dianggap sepele.
 
"Sampah itu bukan masalah sepele, itu masalah serius. Kalau ada keinginan yang kuat terhadap itu ya, sampah harus jadi prioritas utama," ujar politisi PPP tersebut, seperti dikutip dari Metro Pekalongan (Jawa Pos Group), Senin (29/4).
 
 
Budaya masyarakat dalam membuang sampah memang masih dinilai buruk. Apalagi kondisi TPA Randukuning milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang juga sudah overload.
 
Maka dari itu pihaknya saat ini tengah mendorong Pemkab Batang untuk melakukan langkah serius dalam menangani permasalahan sampah tersebut.
 
Terlebih, kasus sampah di Desa Surjo kemungkinan ada unsur kesengajaan sehingga sampah berceceran menutup akses jalan dan tidak bisa dilewati sama sekali oleh masyarakat.
 
"Harapannya, sampah itu selesai di tingkat desa," ungkapnya.
 
Sebenernya desa-desa yang memiliki TPA ataupun pengolahan sampah sendiri seharusnya perlu mendapatkan dukungan penuh. Sehingga desa-desa tersebut dapat menjadi contoh desa-desa lainnya.
 
Apabila hal itu direalisasikan, maka persoalan TPA Randukuning yang mengalami overload akan terurai. Namun, lahan baru untuk pengganti TPA tersebut perlu untuk disegerakan.
 
"Ada beberapa desa yang punya TPA sendiri, karena TPA kita sudah overload. Memang harus ada lahan baru untuk TPA," tuturnya.
 
 ***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore