Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 April 2024 | 13.29 WIB

Diduga Tak Punya Biaya Pemakaman, Seorang Anak di Kota Batu Nekat Kubur Jenazah Ayah di Dalam Kamar

Lokasi kejadian jenazah yang dikubur di dalam kamar karena diduga keluarga tidak mempunyai biaya pemakaman. - Image

Lokasi kejadian jenazah yang dikubur di dalam kamar karena diduga keluarga tidak mempunyai biaya pemakaman.

JawaPos.com–Warga Dusun Cembo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dihebohkan dengan terungkapnya peristiwa seorang anak yang nekat mengubur jenazah ayahnya di dalam kamar. Peristiwa itu baru terungkap pada Minggu (31/3) karena diduga sang anak tidak punya biaya untuk pemakaman.

Peristiwa itu terungkap setelah warga sekitar curiga karena sang ayah yang diketahui bernama Kibat, 55, tidak terlihat selama beberapa hari. Selama ini memang sang ayah hanya tinggal berdua saja dengan anak angkatnya yang bernama Didik Wijoyo, 39, di RT 7/RW 11, Dusun Cembo.

Dilansir dari Radar Malang (JawaPos Group), warga sekitar sebelumnya sudah beberapa kali menanyakan keberadaan sang ayah kepada Didik. Namun, Didik selalu beralasan bahwa ayahnya sedang menjalani pengobatan di luar kota. Warga sempat tidak menaruh curiga karena mendiang Kibat memang diketahui mempunyai riwayat penyakit stroke.

Selama beberapa hari warga sekitar tidak menjumpai kepulangan Kibat. Kemudian Didik diminta untuk jujur dan warga mengancam akan melaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapati ancaman warga itu, akhirnya Didik mengaku bahwa ayahnya sudah meninggal dunia sejak 27 Maret. Didik mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia, ayahnya sempat berwasiat untuk dikuburkan di dalam kamar saja apabila tidak mempunyai biaya pemakaman.   

Berdasar pengakuan dari Didik, Pemerintah Desa (Pemdes) Giripurno lalu berkoordinasi dengan keluarga dan pihak kepolisian. Dengan tujuan agar disepakati dilakukan pembongkaran terhadap makam mendiang Kibat di kamar tersebut.

”Pembongkaran jasad dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB dengan melibatkan pihak kepolisian, personel Palang Merah Indonesia (PMI), dan warga sekitar,” ujar Kepala Desa (Kades) Giripurno Suntoro.

Kades Giripurno menambahkan, pembongkaran dilakukan untuk memindahkan jenazah Kibat ke makam umum warga. Meninggalnya Kibat menurut keterangan dari Didik karena penyakit stroke.

Setelah petugas kepolisian dan PMI Kota Batu membongkar makam tersebut, mereka lalu segera memindahkan jenazah Kibat ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

”Jenazah sudah dievakuasi dan tidak ada unsur kriminalitas dalam kejadian tersebut,” imbuh Suntoro.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Batu Ipda Trimo membenarkan adanya proses pembongkaran makam Kibat yang merupakan seorang ayah dan dikubur anaknya sendiri di dalam kamar. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara spesifik karena masih melakukan penanganan kasus tersebut.

”Untuk informasi lebih lanjut nanti menyusul. Akan segera kami sampaikan,” tutur Trimo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore