Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Februari 2024 | 03.49 WIB

Pasca Banjir Bandang, KPU NTB Tinjau Kemungkinan Pemindahan Lokasi TPS Terkena Dampak

Jelang pemungutan suara untuk Pilpres dan Pileg pada tanggal 14 Februari mendatang, KPU NTB dan Sumbawa secara aktif memantau kondisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar tidak terdampak oleh hujan. - Image

Jelang pemungutan suara untuk Pilpres dan Pileg pada tanggal 14 Februari mendatang, KPU NTB dan Sumbawa secara aktif memantau kondisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar tidak terdampak oleh hujan.

 
JawaPos.com - Banjir bandang dan tanah longsor dikabarkan melanda Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa pada Jumat sore (9/2).

Insiden banajir dan tanah longsor di Sumbawa, disebutkan berpotensi memengaruhi proses pencoblosan dalam Pemilu yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang.
 
Melansir dari Lombok Post (JawaPos Grup), berdasarkan hasil rilis resmi dari BPDB NTB, banjir tersebut melanda setidaknya enam kelurahan, termasuk Kelurahan Bugis, Samapuin, Pekat, Brang Biji, Brang Bara, dan Kelurahan Lempeh. 
 
Dampaknya meliputi empat rumah yang hanyut, 10 rumah yang ambruk, satu unit mobil terbawa arus, dan mempengaruhi 1.328 Kepala Keluarga (KK).
 
Sementara itu, terkait Pemilu 2024, Komisioner KPU NTB, Agus Hilman, mengindikasikan adanya 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terdampak banjir di kecamatan Sumbawa. 
 
Rinciannya, empat TPS berada di Kelurahan Brang Bara, tiga TPS di Kelurahan Bugis, dan dua TPS di Kelurahan Pekat.
 
“Berikutnya di Kelurahan Brang Biji ada tiga TPS, dan terakhir di Kelurahan Samapuin juga yang kena banjir itu tiga TPS,” ucap Agus.
 
Setelah melakukan pengecekan, KPU NTB dan KPU Sumbawa akan mengevaluasi apakah lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terdampak banjir bandang tersebut tetap dapat dipertahankan di tempat semula atau perlu dipindahkan.
 
 
“Ini sangat perlu menjadi pertimbangan, demi kelancaran hari H pencoblosan nanti,” kata dia.
 
Jika hasil evaluasi bersama menunjukkan kekhawatiran terhadap kondisi musim hujan yang berlanjut di wilayah Sumbawa dalam beberapa hari ke depan.
 
Hal ini berpotensi memicu kejadian serupa, pemerintah akan mempertimbangkan untuk mengambil sikap dan kebijakan dengan memindahkan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut.
 
“Potensi memindahkan lokasi TPS itu tetap ada,” kata Agus.
 
Penentuan lokasi pemindahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) tetap berada di kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbawa.
 
“Nanti dari hasil evaluasi, dari teman-teman KPU Sumbawa yang memutuskan dimana lokasi pemindahannya, yang pasti lokasi terbaru nanti pada titik yang cukup aman dan jauh dari jangkauan banjir,” tandasnya.
 
Perihal logistik Pemilu 2024, Agus memastikan semuanya dalam kondisi aman karena belum didistribusikan oleh KPU Sumbawa ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
 
 
“Semuanya masih aman, tidak terkena banjir, masih tersimpan dan terjaga rapi di gudang KPU,” terangnya.
 
Terpisah, Aprilia Mustika Dewi, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada tanggal 11-14 Februari diprakirakan akan beragam, mulai dari cerah berawan hingga hujan lebat disertai angin kencang, bahkan dapat disertai kilat atau petir.
 
“Ini semua berpotensi terjadi di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima,” jelasnya
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore