
Warga Tionghoa saat mencuci rupang atau patung dewa dewi. Ritual dilakukan dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh 10 Februari 2024.
JawaPos.com - Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2024, Kelenteng Fuk Ling Miauw Jogja melakukan pembersihan altar dan rupang Kim Sin. Ini merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan Yayasan Fuk Ling Miauw dan segenap masyarakat lintas agama.
"Biasanya setiap tahun saat menjelang Imlek kita mengadakan bersih-bersih kelenteng untuk menyambut Imlek dengan para warga lintas agama," ujar Ketua Yayasan Fuk Miauw, Ang Ping Siang, kepada Radar Jogja (Jawa Pos Group), Minggu (4/2).
Ang Ping Siang alias Angling Wijaya itu juga menyampaikan, kegiatan ini dihadiri sekitar 100 orang dengan berbagai macam kepercayaan, tidak hanya Khonghucu. Selain bersih-bersih altar dan patung para dewa, mereka juga akan mengganti kain jubah yang dikenakan di patung itu.
"Jubah-jubah para dewa itu nanti kita ganti agar baru dan bersih. Karena jubah tersebut merupakan kebanggaan para dewa," tutur Angling Wijaya.
Pembersihan patung dewa itu tidak dilakukan sembarangan. Mereka mempercayai bahwa syarat untuk melakukan pembersihan patung dewa harus menunggu momen dewa naik ke khayangan. "Dewa akan meninggalkan duniawi dan naik ke khayangan. Setiap setahun sekali para dewa akan pergi ke khayangan. Ketika para dewa sudah naik semua, barulah kita bersih-bersih altar dan patung ini," jelas Angling Wijaya.
Hal itu dipercaya sebagai tradisi para mahadewa bahwa setiap setahun sekali menjelang Imlek melakukan perjalanan menuju khayangan dan meninggalkan wadah bersemayamnya. Perjalanan kurang lebih selama satu minggu. "Nanti (para dewa) akan turun kembali sekitar 13 Februari setelah Imlek," ungkap Angling Wijaya.
Setelah para mahadewa turun kembali ke dunia, Yayasan Fuk Ling Miauw juga akan melanjutkan upacara sembahyang Tuan Alah. Acara akan diselenggarakan pada 17 Februari. "Acara biasanya dilaksanakan dari malam hingga pagi," sebut Angling Wijaya.
Di Klenteng Fuk Ling Miauw terdapat banyak sekali patung-patung Dewa. Ada beberapa dewa yang disebutnya inti dan ikut dibersihkan dalam kegiatan itu. "Kira-kira ada 19 dewa, salah satunya yang menjadi tuan rumah di kelenteng ini yaitu Dewa Bumi (Fuk Ling Miauw)," ujar Angling Wijaya.
Selain untuk menyongsong Imlek, acara ini juga menjadi ajang ngalap berkah, kesehatan, keselamatan, dan memperlancar rezeki.
Sementara itu, salah seorang peserta pembersihan altar dan Rupang Kim Sin, Sugiyanto mengatakan, ia telah 20 tahun mengikuti kegiatan semacam ini. Fokus pekerjaannya membersihkan patung dewa. "Kalau yang lain tadi banyak yang ikut bantu bersih-bersih seisi kelenteng. Ini masih belum selesai, kemungkinan lanjut besok," kata Sugiyanto.
Dalam prosesi pembersihan patung tidak ada syarat khusus. Pembersihan dilakukan dengan air yang dicampur bunga-bungaan. "Ya, tidak ada syarat khusus, yang penting niat baik sehingga hati bersih," pungkas Sugiyanto.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
