
Puluhan warga terdampak Tol Kediri-Tulungagung melakukan demo pada 24 Januari lalu, dengan membentangkan poster, memprotes harga pembelian tanah yang dinilai masih murah. (Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com - Warga Kota Kediri yang tanahnya terdampak Tol Kediri-Tulungagung terus mendesak pihak-pihak terkait untuk memaparkan secara jelas detail dari penentuan nilai appraisal atas tanah mereka.
Diberitakan sebelumnya, pada 24 Januari 2024 kemarin, warga telah melancarkan aksi protes terkait nilai appraisal yang menurut mereka terlalu rendah dari riwayat jual-beli tanah seharusnya di daerah tersebut.
Selanjutnya, menindaklanjuti aksi protes tersebut, warga Kota Kediri kembali menggelar audiensi untuk menuntut tim appraisal dari kantor jasa penilai publik (KJPP) supaya membeberkan rincian hasil penaksiran harga di tiap itemnya.
Merespon hal tersebut, Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti mengatakan, sebenarnya permintaan warga itu sangat memungkinkan untuk difasilitasi oleh tim KJPP.
Termasuk untuk memaparkan rincian item-item dalam menentukan nilai appraisal. Sebab, hal itu merupakan informasi yang secara kode etik memungkinkan dan diperbolehkan dibuka untuk publik.
“Kalau memang merasa ada yang perlu disuarakan dari yang belum bisa memuaskan beliau, ya nggak apa-apa. Kami menghormati saja,” ucapnya seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (2/2).
Kendati demikian, perempuan yang akrab dipanggil Nanda itu tetap berharap, agar warga yang keberatan terhadap penaksiran nilai appraisal tersebut mau menempuh mekanisme yang berlaku.
“Secara ketentuan bisa mengajukan keberatan ke pengadilan. Tapi warga seperti antipati. Kami menyebut kata pengadilan saja nggak mau. Sementara kami sendiri hanya pelaksana yang pekerjaannya sudah diatur dalam ketentuan,” jelasnya.
Terkait nilai appraisal yang dianggap rendah, menurut Nanda hal tersebut memang subjektif.
Dalam menentukan penaksiran nilai appraisal tersebut, KJPP juga menilai berdasar potensi masing-masing bidang.
Nanda juga tidak begitu khawatir atas aksi protes warga tersebut. Sebab, menurutnya persentase warga yang setuju hingga saat ini masih lebih banyak dibandingkan dengan warga yang menolak.
***

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
