Kepala Disperdagin menemui para pedagang kaki lima (PKL).
JawaPos.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri akhirnya memberi kepastian terkait keluh kesah pedagang kaki lima (PKL) alun-alun yang terdampak proyek.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), Jumat (15/12), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri telah menemui para pedagang kaki lima (PKL), pada Rabu malam (13/12).
“Saya akan banyak mendengar keluh kesah Bapak Ibu, gimana baiknya. Yang jelas, tahun ini belum bisa dilanjutkan (proyek alun-alun, Red). Anggap saja menunggu satu tahun lagi,” ujar Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani di depan para pedagang, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup).
Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Kediri Subagiyo pun menanggapi pernyataan Wahyu dengan mengatakan bahwa, selama pemindahan PKL, banyak yang mengeluhkan penurunan omzet.
Bahkan, sebanyak 15 PKL alun-alun Kediri memilih untuk berhenti berjualan karena pendapatannya dianggap tidak sebanding dengan modal yang harus dikeluarkan.
Dalam pertemuan tersebut, para pedagang kaki lima (PKL) juga secara serentak mengajukan bantuan modal kepada Disperdagin.
“Kami hanya minta bantuan modal sekitar Rp 2 – 2,5 juta. Tapi saya bersyukur tadi dari dinas perdagangan optimis bisa mengabulkan Rp 2,5 juta,” ujar Subagiyo.
Menanggapi usulan tersebut, Wahyu pun berjanji akan mengupayakan bantuan modal untuk para pedagang kaki lima yang terdampak.
Selain itu, Wahyu juga akan berusaha mengusulkan kepada pimpinan agar dapat memfasilitasi usulan lainnya seperti bebas retribusi kebersihan, bebas pembayaran listrik, dan menyalurkan listrik ke tempat berjualan yang baru.
“Ini bukan kompensasi. Tapi mereka meminta bantuan modal Rp 2,5 juta per orang dalam setahun. Ini yang akan kami sampaikan kepada pimpinan. Kemudian, kita coba mengurangi beban mereka dengan menggratiskan retribusi kebersihan,” tutur Wahyu.
Diketahui, sebelumnya terdapat total 97 PKL yang berjualan di alun-alun Kediri. Mereka terpaksa harus pindah ke tempat relokasi karena proyek alun-alun Kediri.
Kemudian, dengan pemutusan kontrak proyek alun-alun oleh Dinas PUPR beberapa waktu lalu, otomatis membuat para pedagang harus menempati tempat relokasi hingga lebih dari satu tahun ke depan.
***

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
