
Sejumlah penumpang maskapai Wings Air dari Banjarmasin, Kalsel; tiba di Bandara Haji Muhammad Sidik di Muara Teweh, Kalteng.
JawaPos.com–Maskapai penerbangan Wings Air menghentikan sementara penerbangan rute Muara Teweh, Kalimantan Tengah; menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan; akibat kabut asap pekat.
”Sesuai surat dari maskapai, penerbangan Muara Teweh-Banjarmasin dihentikan sementara mulai Kamis (5/10) sampai Minggu (8/10) karena kondisi cuaca akibat kabut asap yang semakin tebal,” kata Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Endang Setiawan seperti dilansir dari Antara di Muara Teweh, Rabu (4/10).
Menurut dia, penerbangan dihentikan karena di Bandara Haji Muhammad Sidik dalam beberapa pekan terakhir jarak pandang hanya 2.000 sampai 3.000 meter sedangkan jarak pandang yang dibutuhkan sekitar 5.000 meter.
”Bahkan hari ini (4/10), jarak pandang di kawasan bandara hanya 700 meter,” terang Endang.
Penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel; menuju Bandara Haji Muhammad Sidik, Muara Teweh, pulang pergi menggunakan pesawat jenis ATR 72-600.
Selain maskapai Wings Air, Bandara Haji Muhammad Sidik juga melayani penerbangan perintis dengan rute Muara Teweh - Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya PP oleh maskapai Smart Aviation yang menggunakan pesawat jenis Cessa berpenumpang 12 orang setiap Selasa dan Kamis.
”Penerbangan perintis Muara Teweh - Palangka Raya menggunakan maskapai tersebut tidak ada penerbangan, karena ada perbaikan pesawat sejak Senin (2/10) sampai Sabtu (7/10),” tutur Endang Setiawan.
Dihentikannya penerbangan ke Muara Teweh itu membuat sejumlah warga terpaksa menggunakan jalan darat ke Banjarmasin dengan waktu tempuh sekitar 9-10 jam. Sedangkan ke Palangka Raya, ibu kota Kalteng, butuh waktu sekitar 7 jam.
”Kita harapkan kabut asap segera menghilang dan cuaca membaik, sehingga penerbangan ke daerah ini kembali normal,” ucap Endang Setiawan.
Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara Muhlis telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 660.32/1152/DLH tentang Antisipasi Kabut Asap. Bupati menyebutkan bahwa sehubungan dengan semakin pekatnya kabut asap di wilayah Kabupaten Barito Utara yang berdampak terhadap kualitas udara ambien dan berdasar data pemantauan kualitas udara oleh Dinas Lingkungan Hidup, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat dan berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.
Terkait hal tersebut, diimbau kepada pihak-pihak terkait dan seluruh lapisan masyarakat untuk. Kepala Dinas Kesehatan diminta untuk membagikan masker kepada warga masyarakat dan membuat laporan terkait warga yang terkena penyakit ISPA selama kejadian kabut asap.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara juga diminta untuk mengatur jadwal jam pembelajaran di sekolah atau bilamana perlu diliburkan untuk sementara waktu.
”Kepada seluruh warga masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk hal-hal yang kurang penting,” kata Muhlis dalam surat edaran tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
