Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 September 2023 | 23.03 WIB

Jambore Relawan Penanggulangan Bencana, Khofifah Sebut Napas Membangun Jawa Timur adalah Gotong Royong

Gubernur Khofifah saat acara launching logo dan kick off rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-78 Provinsi Jatim di Kabupaten Magetan. - Image

Gubernur Khofifah saat acara launching logo dan kick off rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-78 Provinsi Jatim di Kabupaten Magetan.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa me-launching logo dan kick off rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur. Gubernur juga sekaligus jambore relawan penanggulangan bencana di Lapangan Desa Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Sabtu (23/9) malam.

Gubernur mengatakan, dipilihnya Kabupaten Magetan sebagai lokasi launching logo dan kick off hari jadi bukan tanpa alasan. Kabupaten Magetan merupakan tanah kelahiran sekaligus makam Gubernur pertama Jawa Timur, yakni Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo.

”Jadi ada benang merahnya antara Jawa Timur dengan Magetan. Napas dalam membangun Jawa Timur, napas kita semua ini adalah napas gotong-royong,” ungkap Khofifah.

Menurut Khofifah, semangat membangun Jawa Timur yang dilakukan dengan gotong royong dapat diwujudkan jika semua pihak bersatu padu. Dengan mengesampingkan perbedaan demi tercapainya cita-cita pembangunan di Jawa Timur.

”Kita bisa bergotong royong menerima satu dengan yang lain. Semuanya bersatu padu memberikan yang terbaik untuk kehidupan Jatim dan Indonesia,” ucap Khofifah.

Gubernur mengajak semua pihak untuk membangun Jawa Timur. Bangkitnya pembangunan Jawa Timur di seluruh sektor akan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia maju.

Hal itu menurut dia, selaras dengan tema peringatan yaitu Jatim Bangkit, Terus Melaju, yang merefleksikan semangat dan tekad Jatim untuk bangkit dalam pembangunan di berbagai bidang yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

”Lebih dari itu, terus melaju dimaknai bahwa Jawa Timur akan terus melaju untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia maju,” ucap Khofifah.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyampaikan, dalam UU Nomor 12 Tahun 2023 tentang Provinsi Jawa Timur telah ditetapkan bahwa Hari Jadi Provinsi Jawa Timur adalah 12 Oktober. Menyemarakkan hari jadi itu, akan ada berbagai kegiatan yang diselenggarakan selama kurang lebih sebulan ke depan.

”Rangkaian kegiatan tersebut terbagi dalam tiga kegiatan wajib, satu kegiatan puncak, serta didukung 20 kegiatan tambahan,” terang Adhy.

Di antaranya upacara ziarah dan tabur bunga, upacara peringatan di Gedung Negara Grahadi, Sidang Paripurna DPRD Jatim, hingga pesta rakyat. Kemudian ada juga Fun Bike, Jatim Bersholawat, Pergelaran Wayang Kulit di 3 daerah, Jatim Festival, Jalan Sehat bersama Gubernur Jatim, Gerak Jalan Mojosuro, Konvoi Kendaraan Listrik, termasuk juga Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Provinsi Jatim, dan lain-lain.

”Seluruh rangkaian kegiatan berkonsep melibatkan masyarakat, sehingga bisa berdampak langsung kepada masyarakat,” terang Adhy.

Bupati Magetan Suprawoto mewakili masyarakat Magetan menyatakan, kegiatan peluncuran logo dan kick off rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim tidak lepas dari sejarah Gubernur pertama Jatim Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo.

”Magetan dan Jatim tak bisa dipisahkan. HUT Pemprov Jatim ulang tahunnya sama dengan Magetan, 12 Oktober. Sehingga, ada hal yang mengikat antara Magetan dan Jatim,” terang Suprawoto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore