Sejumlah tokoh dan warga Nahdliyyin Jombang berziarah ke makam KH Abdul Nashir Fattah di Tambakberas, bersamaan dengan acara pelantikan PCNU Jombang masa khidmah 2023-2024, Sabtu (20/5).
JawaPos.com- Kepengurusan definitif PCNU Jombang masa khidmah 2023-2024, telah dilantik Sabtu (20/5). Namun, tidak semua pengurus cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC), dan ranting hadir. Pada jam bersamaan dengan pelantikan itu, mereka memilih berziarah ke makam KH Abdul Nashir Fattah di Tambakberas.
‘’Yang Hadir di makam beliau termasuk KH Taufiq, sesepuh NU Jombang yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel,’’ kata Ahmad Rizal, salah seorang yang mengikuti ziarah tersebut.
Data yang dihimpun Jawa Pos, KH Abdul Nashir Fatah merupakan salah seorang putra dari KH Abdul Fattah Hasyim dan Ibu Nyai Musyarrofah. Lahir di Kajen, Jawa Tengah, pada 24 Juli 1956. Wafat di RSUD dr Soetomo, Surabaya, pada 28 Agustus 2022. Selain turut membesarkan Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, kiprahnya di NU sejak muda. Banyak jasanya. Terakhir beliau menjabat rais syuriah PCNU Jombang sejak 2005-2022.
‘’Untuk mengenang, menghormati dan takzim atas jasa-jasanya, kami berziarah ke makam beliau,’’ ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah tokoh dan warga Nahdliyyin yang tidak setuju dengan jajaran kepengurusan PCNU Jombang masa khidmah 2023-2024 hasil penunjukan PBNU itu, Sabtu (20/5) juga menyampaikan beberapa pernyataan sikap. Berikut pernyataan lengkapnya:
Muassis NU dalam mukadimah Qonun Asasi telah mengajarkan kepada kita agar memilih sikap terbaik dan terpuji. Yakni, sikap yang dilandasi oleh kebijaksanaan (hikmah). Bukan atas dasar kekuasaan atau semata pengetahuan berorganisasi. Bahwa, sikap bijaksana itu akan mendatangkan banyak kebaikan, terjaganya akal yang sehat, terlindunginya ilmu ulama, serta kebijaksanaan itu pilihan utama keputusan dengan mekanisme yang teruji dan terbaik.
Mengikuti dawuh KH Munif Zuhri, pengasuh Pondok Pesantren Girikesumo, Mranggen Demak, Jateng, pada 2018, dengan penegasan bahwa NU itu adalah organisasi yang telah diridhai Nabi Muhammad SAW dengan bukti enam kali restu beliau kepada Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.
Hal itu menegaskan bahwa tata cara atau syariat berjamiyyah Nahdlatul Ulama adalah cermin dari syariat Islam itu sendiri. Oleh Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah, ditegaskan bahwa syariat itu bangunan dan fondasinya didasarkan pada kebijaksanaan (hikmah) dan kemaslahatan para hamba di dunia dan akhirat. syariat secara keseluruhan adalah keadilan, rahmat, kebijaksanaan, dan kemaslahatan. Maka dari itu, segala perkara yang mengabaikan keadilan demi tirani, kasih sayang pada sebaliknya, kemaslahatan pada kemafsadatan, kebijaksanaan pada kesiasiaan, maka itu bukan syariat, meskipun semua dimasukkan ke dalamnya melalui interpretasi.
Merefleksikan semua itu, dan dengan berbagai pertimbangan yang telah kami sampaikan dalam surat somasi I kepada PBNU, maka kami sampaikan:
Baca Juga: Gus Ipul Jadi Ketua Karteker PCNU Jombang
1. Kami menghormati segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh pengurus, kader, dan aktivis, bahkan warga NU Jombang dalam komunikasi dan koordinasi dengan PBNU, hingga ada kebijakan PBNU terkait masalah kepengurusan PCNU Jombang.
2. Tapi, kami sampaikan kepada PBNU sebagai ikhtiar saling mengingatkan agar mencabut SK PBNU tentang penunjukan kepengurusan PCNU Jombang definitif dengan masa khidmah 1 tahun,

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
