
Salah seorang anak sedang mengikuti permainan tissue catcher dari Turki, Jumat (8/3).
JawaPos.com- Sejumlah mahasiswa asing terlihat asyik bermain dengan anak-anak PAUD di Jalan Cempaka, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (8/3). Mereka memainkan permainan tradisional asal masing-masing mahasiswa asing tersebut.
Adapun jenis permainannya antara lain hmmm dari Vietnam, cat and mouse dari Jerman, tissue catcher dari Turki, spijkerpoepen dari Belanda, darum sanga koronda dan Nininbaori dari Jepang.
Bahkan, ada salah satu permainan yang menyerupai permainan yang biasa dilakukan anak-anak di Indonesia saat perayaan 17 Agustus, yakni memasukkan paku ke dalam botol. Permainan itu sama dengan permainan spijkerpoepen.
Cara mainnya pun sama, yakni peserta diminta memasukkan paku ke dalam botol. Paku tersebut terlebih dahulu ditali dan diikatkan ke tubuh peserta. Selanjutnya, peserta berlari dari garis start menuju ke titik botol untuk memasukkan paku. Permainan pun berlangsung seru.
Kegiatan itu digelar oleh Ruang Belajar Aqil (RBA). Yakni sebuah wadah bagi masyarakat, khususnya pemuda untuk melakukan aktivitas pembelajaran dan meningkatkan kapasitas diri dengan pembelajaran yang konstruktif dan bermakna.
Bendahara Ruang Belajar Aqil Andi Ega Wijaya mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan AISEC dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengajarkan anak-anak mengenal permainan tradisional dari masing-masing negara. "Ada yang dari Jerman, Turki, Jepang hingga Vietnam. Total ada sekitar 9 relawan dari mancanegara," ujarnya.
Dia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak tersebut bisa mengenal permainan tradisional dari negara lain. "Anak-anak sangat antusias mengikuti permainan ini," katanya.
Salah satu anak yang ikut dalam permainan itu, Raditya Ardi Widigda, 10 mengaku senang bisa ikut dalam permainan. "Seru banget, main permainan tradisional. Meskipun agak capek, soalnya kejar-kejaran," ujarnya.
Dari semua permainan, Radit menyukai permainan hmmm dari Vietnam. "Jadi itu ada dua grup. Awalnya suit dulu, siapa yang menang, dia yang kejar. Kalau kena, dia jadi tawanan dan timnya membebaskan. Seru banget," jelas Radit dengan semangat.
Dia mengakui bila bermain permainan tradisional lebih seru dibandingkan dengan main gadget. "Saya jarang main gadget. Lebih suka main diluar. Ya kaya gini," pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
