
SOSIALISASI: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Solo Bandoe Widiarto saat melakukan sosialisasi penggunaan uang elektronik di gerbang Tol Ngemplak, Boyolali, Selasa (26/6).
JawaPos.com - Ruas Tol Colomandu-Sragen akan beroperasi penuh. PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola jalan sudah mulai melakukan sosialisasi tol berbayar. Sosialisasi tersebut berlangsung selama tujuh hari ke depan.
Selanjutnya, para pengguna jalan tol dikenakan tarif. Penetapan tarifnya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 388 tahun 2018 tertanggal 8 Juni.
"Sebelum penerapan tarif dilakukan, kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Terutama dalam transaksi menggunakan uang elektronik," terang Direktur Utama (Dirut) PT JSN David Wijayatno kepada JawaPos.com di sela sosialisasi di gerbang Tol Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (26/6).
Dalam sosialisasi tersebut, JSN menggandeng Bank Indonesia (BI) dan perbankan di Solo. Setidaknya ada enam bank yang diajak kerja sama. Adalah Bank Jateng, Mandiri, BCA, BNI, BTN dan BRI. Bank-bank tersebut nantinya juga menjual kartu elektronik di gerbang-gerbang tol mulai dari Colomadu sampai dengan Sragen.
"Bank-bank tersebut sudah siap untuk menjual uang elektronik. Nanti Selanjutnya, para pengguna jalan tol dikenakan tarif. Penetapan tarifnya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 388 tahun 2018 tertanggal 8 Juni.mohon bantuannya dari bank untuk menyiapkan petugasnya untuk menjual kartu," harap David.
Penjualan kartu akan dilakukan selama 24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi jika nantinya ada pengguna jalan tol yang ternyata belum memiliki kartu tol. Maka dari itu selain menyiagakan petugas dari bank, penjualan juga akan dibantu dari petugas JSN.
"Misalkan ada pengguna yang melintas pukul 03.00 WIB bisa dilayani. Nanti untuk petugas dari bank menjual secara bergantian. Mulai siang hari sampai pukul 17.00 WIB," papar David.
Adapun tarif tolnya sebesar Rp 1.000 per kilometer untuk golongan 1. Untuk golongan 2 dan 3 tarifnya sebesar Rp 1.500 per kilometer. Sedangkan untuk golongan 4 dan 5 tarifnya sebesar Rp 2.000 per kilometer.
"Untuk golongan 1 itu mobil pribadi, minibus, truk kecil, bus. Golongan dua dan tiga itu untuk truk besar dengan dua dan tiga gandar. Golongan empat dan lima adalah truk dengan empat dan lima gandar," ulas David.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Solo Bandoe Widiarto mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan 100 persen jalan tol noncash atau gerakan non tunai.
"Kami berkomitmen dengan perbankan untuk mendukung dengan mempersiapkan infrastrukturnya. Edisi top up dan infrastruktur lainnya. Sosialisasi ini merupakan sarana edukasi sekaligus praktik. Nantinya jika menemukan hal-hal yang dimungkinkan kurang lancar, akan menjadi bahan evaluasi. Sehingga saat peresmian jalan tol sudah benar-benar siap tanpa kendala," ungkapnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
