Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 17.45 WIB

Hendak Silaturahmi, Tiga Mahasiswa Gontor Tewas Kecelakaan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com- Kecelakaan tragis menimpa enam mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/7). Enam mahasiswa yang naik mobil Daihatsu Xenia tersebut bertabrakan dengan truk tronton bermuatan pasir di jalan Surabaya–Solo. Tepatnya di Dusun Jali, Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. Akibatnya, tiga mahasiswa meninggal.



Informasinya, pukul 05.20 mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan Fikri Abdullah, 20, asal Jember, melintas di tempat kejadian dari arah barat. Di dalam mobil bernopol AA 9208 TB itu, ada lima teman Fikri yang merupakan mahasiswa ISID Gontor, Magelang.



Mereka adalah Andi Antian Fitawan, 20, Hidayatus Sholikin, 20, dan Iqbal, 19, ketiganya asal Makassar. Kemudian, Fahzullah Ihza, 20, asal Ponorogo, dan Ali Akbar, 20, asal Bandung.



Menurut keterangan beberapa saksi, mobil silver yang dikemudikan Fikri melaju dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di tempat kejadian perkara, mobil yang melewati markah lurus alias dilarang menyalip tersebut hendak mendahului kendaraan di depannya.



Pada saat bersamaan, dari arah timur, melaju truk tronton bermuatan pasir yang dikemudikan Karnoto, 49. Karena jarak terlalu dekat dan mobil Xenia terlalu ke kanan, tabrakan antara mobil Xenia dan truk tronton bernopol S 8594 UU itu tidak terhindarkan.



Braaakkk! Bagian depan dan samping mobil yang dikemudikan Fikri ringsek. Korban terjepit dan terluka parah di bagian kepala. ”Benturan yang keras membuat sopir terjepit,” kata Kanitlaka Polres Nganjuk Iptu Roni Andreas.



Fikri langsung dinyatakan meninggal. Nasib serupa menimpa Andi Antian Fitawan yang duduk persis di belakang Fikri dan Hidayatus Sholikin yang duduk di samping Andi. Ketiganya meninggal akibat luka parah di kepala dan beberapa bagian tubuh.



Tiga penumpang lainnya, yakni Fahzullah, Ali Akbar, dan Iqbal, selamat. Mereka hanya mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Hingga tadi malam, ketiganya masih dirawat di RS Bhayangkara Moestadjab.



Terkait kecelakaan tragis yang merenggut tiga nyawa kemarin, Roni menjelaskan bahwa enam mahasiswa Gontor itu hendak menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor III, Kediri, untuk silaturahmi. Para korban yang berangkat dari Magelang pukul 22.00 Kamis (6/7) tersebut tidak beristirahat sama sekali.



Karena itu, mereka tiba di Nganjuk sekitar pukul 05.00 kemarin dalam kondisi lelah. Hal itulah yang diduga membuat Fikri tidak berkonsentrasi saat mengemudikan kendaraannya. Termasuk menyalip kendaraan di depannya saat melintas di Dusun Jali, Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro. ”Saat menyalip, mobil Xenia terlalu ke kanan. Padahal jalannya lurus,” terang Roni.



Berdasar pemeriksaan polisi, Fikri diketahui tidak mengantongi SIM. Sedangkan Karnoto mengantongi SIM B-II umum. Dikonfirmasi terkait penanganan kasus kecelakaan maut kemarin, Roni menyatakan masih melakukan pemeriksaan. ”Saksi-saksi masih terus kami periksa,” ujarnya.



Kecelakaan itu menjadi perhatian warga sekitar. Puluhan orang langsung menyemut di lokasi setelah mendengar benturan keras di lingkungan mereka.



Sebagian lainnya membantu polisi melakukan evakuasi. Sebab, Fikri terjepit kemudi dan bodi mobil. Untuk bisa mengeluarkan korban, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Polisi harus menggunakan linggis untuk membuka bagian samping mobil. (rq/ut/c21/diq)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore