
perahu bermotor tetap jadi pilihan masyarakat untuk menyeberang dari Dermaga Tebas Kuala, Kecamatan Tebas, ke Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tekarang, dan sebaliknya, Selasa (27/6).
JawaPos.com - Pemudik arus balik di Sambas, Kalbar, melonjak. tak hanya angkutan darat, angkutan sampan di penyeberangan lintasan Tebas Kuala-Perigi Piai pun kewalahan. Bahkan terkesan mengabaikan keselamatan penumpang.
Saking melonjaknya arus berlebaran maupun arus balik, pengemudi sampan di penyeberangan tersebut mengangkut motor di luar kapasitas normal.
“Penumpang di atas perahu ditambah dua kali lipat. Yang seharusnya untuk dua kendaraan, dipaksakan menjadi empat kendaraan. Bahkan ada yang sampai mengangkut lima sepeda motor untuk satu trip," tutur warga Kecamatan Jawai, Joni, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (30/6).
Alhasil, ia menilai pengawasan yang harusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini dinas perhubungan, tidak dilakukan. "Jangan setelah ada korban nanti, baru turun tangan. Sebelum ada korban, sebaiknya Dinas terkait menegur atau menindaklanjuti hal ini," pintanya.
Ongkos menggunakan perahu motor inipun mengalami kenaikan dari 50 hingga 100 persen. "Pertama kali terkejut ketika harus membayar Rp 15 ribu untuk satu kendaraan dalam satu trip penyeberangan. Karena pada hari-hari biasa, tarif penyeberangan Rp 9.000 untuk satu orang dan satu sepeda motor, sedangkan untuk dua orang dengan satu kendaraan dikenakan tarif Rp 10 Ribu," papar Joni.
Menurut dia, pada tiket penyeberangan yang diterimanya, tidak tertera kenaikan harga penyeberangan. Sehingga, Joni merasa keberatan. "Namun tetap saja harus bayar Rp 15 ribu," tuturnya.
Nah, dengan kondisi tingginya arus kendaraan dan orang yang menggunakan jasa penyeberangan, sudah sepatutnya pembangunan jembatan di Sungai Sambas Besar segera dilakukan. "Agar tidak membebani masyarakat," ujar Joni.
Salah seorang penambang perahu motor di penyeberangan lintasan Tebas Kuala-Perigi Piai yang enggan menyebut namanya menyatakan, mengangkut empat sepeda motor sekaligus dalam satu trip sudah biasa dilakukan saat lebaran. Alasan dia, jika tidak demikian, penumpang yang mau menyeberang akan menumpuk di dermaga. "Sudah setiap tahun saat lebaran seperti ini," tukasnya. (Abdu Syukri/Sairi/Mohamad iQbaL/fab/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
