
Ilustrasi
JawaPos.com - Sebanyak 44 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah tiba di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kalbar, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak. Mereka merupakan TKI yang bekerja di Malaysia tanpa dokumen alias ilegal. Alih-alih mengubah nasib, yang ada malah diusir.
Rosia yang baru 2,5 bulan berkerja di perkebunan sawit di Malaysia, ditangkap Polisi Diraja Malaysia di rumah penampungan bersama rekan-rekannya.
“Sekitar jam tiga sore saya melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah. Saya kira mobil itu mogok, lalu saya menyuruh teman-teman membantu orang di mobil itu. Namun ternyata orang tersebut seorang polisi. Keluar dari mobil, polisi tersebut menghampiri saya dan berpura-pura meminta air. Saat itulah saya dan teman-teman ditangkap dan dibawa ke kantor polisi,” cerita Rosia sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (19/11).
Wanita asal Sambas ini mengaku tiga bulan di penjara. Dia sangat menderita. Di dalam penjara mendapat perlakuan kasar. Hanya kesalahan sepele, petugas main tangan.
“Saya pernah dipukul pakai sandal, hanya masalah sepele. Itupun bukan karena kesalahan saya, ada penghuni lain menyimpan sikat gigi, dia (petugas) tak berani pukul orang itu, langsung pukul saya,” ungkap wanita 41 tahun ini kepada wartawan usai didata petugas Dinsos.
Karena mendapatkan perlakuan kasar, ibu satu anak ini muncul nyalinya. Sesekali dia melawan, beradu mulut dengan petugas penjara.
“Saya waktu itu lagi ngucap, dia menghampiri saya lalu dituduhnya membaca mantra. Saat itu saya lawan, dia bilang kamu lawan saya ya? Saya jawab lawan kamu, tetapi bukan lawan sepadan. Lalu saya jelaskan, bahwa saya bukan baca mantra dan dia pun terdiam,” jelasnya.
Rosia berangkat ke negeri Jiran tidak melalui agen. Menurutnya, banyak TKI yang senasib dengannya. Padahal berangkat melalui agen penyalur tenaga kerja.
“Tak tau lah, ke sana lagi apa tidak nanti. Kalau dibilang jera, tidak juga. Saat ini saya mau pulang ke kampung halaman di Tebas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Kalbar, Yuline mengungkapkan, sebanyak 44 TKI bermasalah yang dideportasi pemerintah Malaysia berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 30 orang berasal dari luar Kalbar, sedangkan 14 lainnya warga Kalbar.
“Dari Kalbar, sembilan asal Kabupaten Sambas, tiga Bengkayang, masing-masing satu orang dari Mempawah dan Kubu Raya. Sedangkan dari luar Kalbar, 18 dari NTB, Sembilan dari Jatim, seorang dari Jabar dan dua dari NTT,” ungkap Yuline. (amb/fab/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
