Jumat, 27 Apr 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Dewan Tabanan Siap Jadi Orang Tua Asuh Bayi dari Orang Tua PBI APBD

Selasa, 17 Apr 2018 12:08 | editor : I Putu Suyatra

Dewan Tabanan Siap Jadi Orang Tua Asuh Bayi dari Orang Tua PBI APBD

RAKER: Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja bersama OPD terkait dan BPJS, Senin kemarin (15/4). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN – Beberapa waktu lalu Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja bersama OPD terkait dan BPJS mengenai adanya keluhan masyarakat tentang bayi yang lahir dari orang tua yang merupakan PBI kemudian sakit namun tidak bisa langsung masuk PBI. Setelah melalui proses kajian, akhirnya disepakati jika para anggota dewan dan eksekutif akan menjadi orang tua asuh bagi bayi yang sakit dan lahir dari orang tua yang jaminan kesehatannya dibiayai oleh pemerintah atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) agar tetap tercover jaminan kesehatan.

Sebelumnya banyak masyarakat mengeluhkan mengenai hal tersebut. Sayangnya setelah dijelaskan oleh pihak BPJS, bayi tersebut tidak bisa langsung menjadi PBI apabila orang tuanya merupakan PBI APBD, namun harus masuk BPJS mandiri terlebih dahulu. Sedangkan jika orang tuanya PBI APBN maka bayi tersebut bisa langsung masuk PBI.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Denpasar, Parasamya Dewi Cipta menjelaskan bahwa bayi yang lahir dari orang tua PBI APBD dan sakit bisa saja langsung masuk PBI apabila daerahnya tinggal sudah masuk kategori Universal Health Coverage (UHC) yang mengcover 95 persen masyarakat dalam BPJS. Namun sayangnya, Tabanan hingga saat ini belum masuk kategori UHC karena masyarakat yang tercover BPJS baru 61 persen. “Sedangkan Tabanan saat ini belum masuk dalam kategori UHC,” ungkapnya usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Tabanan di Ruang Rapat Lantai II DPRD Tabanan, Senin kemarin (15/4).

Dan sesuai regulasi yang berlaku, kata dia  bayi yang lahir dari orang tua PBI APBD dan sakit itu harus mendaftar BPJS Mandiri terlebih dahulu, untuk kemudian pada bulan selanjutnya dialihkan ke BPJS PBI APBD. “Jadi mendaftar dengan mandiri dengan membayar premi kelas III yaitu Rp 25.500, kemudian baru dialihkan ke PBI APBD agar bulan selanjutnya premi langsung dibayarkan APBD,” tegasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Made Dirga pun menegaskan bahwa pihaknya bersama pihak eksekutif sudah melakukan kajian dan akhirnya ditentukan solusi jika anggota DPRD Tabanan siap menjadi orang tua asuh bagi bayi yang lahir dari orang tua PBI dan sakit. Dimana nantinya anggota dewan akan membayarkan premi BPJS Mandiri pada bulan pertama, sebelum pada bulan selanjutnya premi akan dibayarkan dari APBD Kabupaten Tabanan. “Karena tidak ada kebijakan dari BPJS dan aturannya seperti itu, maka kita mohonkan kepada eksekutif agar kita di DPRD dan eksekutif bisa menjadi orang tua asuh, berapa saja yang dibutuhkan nanti ada yang mengkoordinir dari uang pribadi,” paparnya.

Ia menambahkan jika hal itu dilakuka atas dasar kemanusiaan lantaran aturan yang tidak memperbolehkan bayi yang baru lahir dari orang tua PBI APBD langsung tercover BPJS PBI APBD. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia