Jumat, 27 Apr 2018
baliexpress
icon featured
Features

Gus Bawa Bisa ke Italy Gara-gara Beri Makan Ikan dan Burung Tamkot

Selasa, 17 Apr 2018 08:57 | editor : I Putu Suyatra

Gus Bawa Bisa ke Italy Gara-gara Beri Makan Ikan dan Burung Tamkot

INISIATIF: Ida Bagus Bawa yang telah memberikan makanan kepada ikan dan burung selama 17 tahun di Taman Kota Denpasar mengaku karena inisatif sendiri saat diwawancarai di Denpasar, Senin (16/4). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Merasa kasihan melihat ikan dan burung di taman kota yang jarang dapat makanan membuat Ida Bagus Bawa terketuk hatinya. Sejak 17 tahun lalu ia setiap pagi selalu memberikan makanan ikan di kolam dan juga burung yang ada sekitar Taman Kota (Tamkot) Lumintang. Selain itu ia juga mengaku memberikan makanan binatang serupa di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung. Makanan binatang tersebut dibeli dari uang pribadi dan inisatifnya sendiri.

Ketika diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) di sela-sela memberikan makanan ikan, Ida Bagus Bawa mengaku kasihan melihat ikan dan burung yang sama-sama makhluk hidup tersebut.

“Semua ini hanya dari pribadi saya untuk memberikan makanan kepada mereka. Karena sama-sama ciptaan Tuhan yang ada di sana. Saya kira jarang dapat makanan. Maka saya belikan makanan dan saya beri setiap paginya,” jelas pria dari Gria Belaluan, Denpasar Utara tersebut Senin (16/4).

Dalam sehari dirinya mengaku membeli makanan ikan dan burung di pasar burung seharga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. Untuk memberikan makanan burung ia berikan pukul 06.00 di Taman Lumintang, sedankan pukul 09.00 ia berikan makanan ikan yang ada di kolam Catur Muka jantung Kota Denpasar.

Dirinya juga menjelaskan hanya memberikan binatang tersebut makan pada pagi hari saja, dikarenakan terkendala uang yang ia miliki. “Yen sai ija alih pis pak? (kalau sering di mana cari uang pak),” katanya. 

Lanjutya, Gus Bawa berharap jika memang tidak ada dari pemerintah yang memberikan makanan khusus kepada binatang tersebut agar ada donatur turut membantu. Entah dari yayasan ataupun organisasi yang peduli terhadap binatang ikan dan burung. Bahkan pengakuannya ia sempat diberikan makanan ikan oleh seorang  bule, dikarenakan setiap hari dilihat di taman kota.

“Terkadang ada juga teman-teman dan kebetulan warga yang ada di sana memberikan uang untuk beli makanan burung juga,” jelasnya.

Dikarenakan dilihat oleh bule yang berasal dari Italy itu Gus Bawa memiliki semangat memelihara lingkungan, ia diajak study banding selama dua bulan ke Italy. “Mungkin dia sering melihat saya di sini sambil membawa pakan ikan dan langsung menaburkan ke kolam, sedangkan yang ke sekian kalinya baru ia menjumpai saya hingga menganjurkan ikut ke daerah asalnya untuk study banding,” imbuh ayah dua anak tersebut.

Dikonfirmasi pada tempat yang berbeda, Kepada Bidang Pertamanan Kota Denpasar I Putu Sandika menjelaskan, itu merupakan salah satu pemeliharaan pertamanan di Denpasar. Maka orang yang memberikan makanan ikan dan burung di taman kota yang ada di Denpasar terdapat petugasnya masing-masing, namun merangkap sambil menata pertanaman sekitar taman tersebut.

Bahkan untuk membeli pakan ikan dan burung itu memang telah disediakan dalam anggaran perawatan dan pemeliharaan pertamanan. “Untuk Gus Aji Bawa-nya memang terkadang memberikan makanan di sana dari uang pribadinya. Sedangkan di sini juga sudah disediakan anggaran, namun saya lupa berapa besarnya karena bendahara saya yang tahu. Lagi pula itu kan limpahan sebenarnya dari Dinas Perikanan,” imbuh Sandika. 

(bx/bay/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia