Kamis, 26 Apr 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Ada Panah di Dalam Lapas II B Singaraja

Senin, 16 Apr 2018 20:50 | editor : I Putu Suyatra

Ada Panah di Dalam Lapas II B Singaraja

GELEDAH: Aparat gabungan saat melakukan penggeledahan di Lapas II B Singaraja, Senin (16/4) pagi. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Aparat gabungan dari unsur TNI-Polri mengobok-obok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Singaraja, Senin (16/4) pagi. Penggeledahan dilakukan secara serentak di seluruh Lapas Indonesia, sesuai instruksi Kemenkumham serangkaian hari pemasyarakatan ke-54.

Proses penggeledahan dilakukan sejak pukul 09.00 Wita. Aparat gabungan langsung merangsek ke ruang tahanan. Satu persatu napi diperksa. Penggeledahan kali ini menyasar HP, senjata tajam dan narkoba. Selain memeriksa napi, hampir di setiap sudut ruangan tahanan juga tak luput  dari penggeledahan.

Hasilnya, petugas menemukan sebuah panah berukuran kecil. Panah berbahan kayu itu lengkap dengan busur dan anak panah di dalam sel tahanan narkoba. Tak hanya menemukan panah, aparat juga mengamankan silet, sebotol air tembakau, paku, dan korek api gas yang disimpan oleh para napi di dalam kamar selnya. Barang tersebut langsung diamankan dan diserahkan kepada Kalapas Singaraja, Edi Cahyono untuk ditindak lanjuti.

Terkait temuan panah tersebut, Kalapas Edi Cahyono menjelaskan panah terbuat dari bambu tersebut merupakan hasil kerajinan warga binaan. Sebab, warga kerap membuat kerajinan untuk menghilangkan jenuh saat menjalani masa pembinaan.

"Kalau panah itu saya rasa hanya miniatur. Mereka membuat itu bukan untuk niat kejahatan, itu keterampilan. Karena panah itu bukan disembunyikan ya, ini mereka pajang di dalam kamar," jelasnya kepada awak media. 

Sedangkan saat disinggung temuan botol berisi air tembaku, Edy Cahyono membantah jika cairan itu mengandung narkoba. Menurutnya, cairan tembakau itu digunakan oleh para napi untuk keperluan membersihkan sejumlah kerajinan tangan yang dibuat. "Nah kalau air tembakau itu biasanya unuk membersihkan kerajinan yang dibuat napi” jelas Edi Cahyono. 

Edi pun tak menampik jika kondisi Lapas II B Singaraja sudah over kapasitas. Bahkan jumlahnya menjadi tiga kali lipat dari kondisi idealnya. “Sudah over kapasitas. Dari kapasitas 86 tapi dihuni 224 orang. Jadi sudah melebihi. Kebanyakan kasus pidana umum. Sedangkan narkoba hampir 35 persen” terangnya.

Di sisi lain, Wakapolres Buleleng, Kompol Ronny Riantoko membenarkan jika sidak ini digelar atas instruksi kementerian dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan ini serangkaian dalam rangka hari pemasyarakatan ke 54.

"Kami TNI dan Polri itu membackup lapas dalam rangka hari pemasyarakatan ke 54 untuk melakukan penggeledahan. Juga untuk meyakinkan lapas kelas IIB Singaraja bersih dan telah melayani warga binaanya dengan baik," ucapnya. 

Ditambahkan Kompol Ronny, personil yang diterjunkan dalam penggeledahan ini berjumlah 93 orang. Dengan rincian 83 orang dari Polres Buleleng, dan 10 orang dari Kodim 1609/Buleleng. "Kalau jumlah personel kami 83 orang, lengkap dari Sabhara, Reskrim dan Satnarkoba," tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia