Sabtu, 24 Feb 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Hewannya Sedikit, Tak Perlu Mapepada, Cukup Masesapaan, Ini Caranya

Minggu, 14 Jan 2018 13:22 | editor : I Putu Suyatra

Hewannya Sedikit, Tak Perlu Mapepada, Cukup Masesapaan, Ini Caranya

POTONG : Memotong hewan yang hendak dijadikan sarana upacara wajib disertai dengan mantra, agar hewan tersebut mengalami peningkatan pada kelahiran berikutnya. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Upakara  kecil maupun besar, tak bisa dihindari pasti   menggunakan sarana wewalungan atau hewan. Pertanyaanya, bagaimana kalau suatu upakara menggunakan satu hewan saja, apakah perlu Mapepada?

Mapepada sejatinya terkait dengan pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya, yakni Tawur. Upacara pacaruan identik dengan menggunakan sarana ayam dan anjing belang bungkem. “Hal itu sejatinya tidak perlu melaksanakan upacara Mapepada, biasanya cukup dengan melaksanakan upacara Masesapaan dengan menggunakan sarana segehan saja,” ujar Budayawan I Gede Anom Ranuara yang diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group).


Masesapaan adalah sebuah upacara sederhana yang tujuanya sama dengan upacara Mapepada. Hal ini identik dengan upacara yang menggunakan hewan tidak begitu banyak, namun tujuannya sama. Di zaman dewasa ini, jarang kita jumpai masyarakat yang melaksanakan upacara yang kecil, namun penuh makna ini. Karena sebagian besar masyarakat berpikir instan. Sesungguhnya upacara ini wajib  dilaksanakan ketika hendak memotong hewan, agar terbebas dari sifat Ahimsa Karma. Dan, di dalam ajaran Hindu juga sudah disertakan mantra-mantranya.

“Namun, masyarakat tidak begitu memperhatikan karena memang belum terasa dampaknya secara langsung, padahal sejatinya itu adalah wajib untuk membantu hewan yang hendak kita gunakan sebagai sarana upacara, ” jelasnya. 

(bx/gus /yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia