Senin, 23 Apr 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Program Baru 2018, Ada Atraksi Matekap di DTW Jatiluwih

Senin, 08 Jan 2018 09:55 | editor : I Putu Suyatra

Program Baru 2018, Ada Atraksi Matekap di DTW Jatiluwih

ATRAKSI BARU : DTW Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan meluncurkan atraksi Matekap yang bisa diikuti para pengunjung. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN – Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan memiliki atraksi Matekap (mengolah lahan pertanian, Red). Pengunjung diajak merasakan sensasi membajak sawah dengan alat pertanian tradisional: tenggala dan lampit  yang ditarik Sapi. Atraksi Matekap ini program baru DTW Jatiluwih di tahun 2018 yang ditawarkan kepada para pengunjung dan resmi diluncurkan Sabtu (6/1).

Divisi Promisi DTW Jatiluwih, I Wayan Wiranata menjelaskan, atraksi Matekap tersebut merupakan program baru dari DTW Jatiluwih di tahun 2018. Yang bisa diikuti wisatawan yang datang berkunjung. Disamping untuk meningkatkan kunjungan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada pada pengunjung.

“Karena mereka bisa merasakan langsung sensasi Matekap atau membajak sawah secara tradisional menggunakan sapi atau kerbau. Dan pastinya itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan sehingga mereka akan datang lagi dan lagi ke Jatiluwih,”paparnya.

Ditambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk edukasi masyarakat, terlebih dengan modernisasi yang terjadi, petani mulai jarang membajak sawah dengan sapi atau kerbau. Dan beralih menggunakan traktor. Nantinya, DTW Jatiluwih akan merancang tiga paket Matekap yang ditawarkan kepada wisatawan.

"Nantinya ada paket 1 yaitu 1 sampai 2 orang, paket 2 yakni 3 sampai 6 orang, dan paket 3 yakni 6 hingga 10 orang," terangnya.

Subak Jatiluwih terdiri dari 7 Tempek  dengan lahan seluas 303 hektare. Nantinya titik-titik lokasi membajak sawah akan disebar dengan titik induk ada di medium tracking yang biasa dilalui para wisatawan menyusuri hamparan sawah terasering. Dengan kegiatan ini, DTW Jatiluwih juga memberdayakan petani yang ada di Desa Jatiluwih.

 "Termasuk nanti kamiakan jelaskan kepada wisatawan mengenai kegiatan petani secara tradisional. Dan upacara seperti Mabiu Kukung dan lainnya serta kearifan lokal kita di sini," imbuh Wiranata. 

(bx/ras/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia