Rabu, 17 Jan 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Mau Menyatu dengan Alam, Coba Datang ke Desa Wisata Sibetan

Rabu, 13 Dec 2017 15:19 | editor : I Putu Suyatra

Mau Menyatu dengan Alam, Coba Datang ke Desa Wisata Sibetan

ALAMI : Desa Sibetan tawarkan keindahan alami yang tidak bisa didapatkan di objek wisata lain. Mulai dari kebun Salak dengan panorama Gunung Agung, dan produk lokal lainnya yang menawan. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SIBETAN - Meskipun aktivitas Gunung Agung  masih aktif, namun secara umum kondisi di Kabupaten Karangasem masih aman untuk dikunjungi, termasuk untuk aktivitas wisata.
Salah satunya adalah Desa Wisata Sibetan, Kecamatan Bebandem. 

Koordinator Bali Sibetan Volunteer & Learning Centre Ida Bagus Ketut  Puja mengatakan, meskipun aktivitas Gunung Agung masih mengalami peningkatan, namun Desa Sibetan yang berlokasi 12 Km dari Gunung Agung masih sangat aman untuk dikunjungi. 

Datang ke Desa Sabetan, lanjut Puja, wisatawan tidak saja disajikan dengan pemandangan Gunung Agung yang masih aktif, namun banyak hal yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah alam pedesaan dan menjelajahi kebun salak yang hingga saat ini masih produktif, meskipun beberapa waktu lalu sempat terkena abu vulkanik dari aktivitas Gunung Agung.

Mau Menyatu dengan Alam, Coba Datang ke Desa Wisata Sibetan

(ISTIMEWA)

Dalam aktivitas wisata yang dikemas dalam bentuk Salak Agro Trekking ini, wisatawan akan diajak mengelilingi perkebunan Salak milik warga Desa Sibetan. "Di perkebunan Salak ini, wisatawan selain mendapat pengetahuan tentang salak Sibetan, dan jika sedang musim salak, wisatawan juga bisa langsung memanen dan menikmati salak langsung dari pohonnya," ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.


Setelah dari perkebunan Salak, wisatawan juga akan diajak  melihat pabrik pengolahan buah Salak paska panen, yakni proses pembuatan Wine Salak dan Kopi Salak. 


Setelah puas memetik Salak dan mencicipi hasil olahan buah Salak, perjalanan kemudian dilanjutkan ke areal perbukitan yang dikenal dengan nama Puncak Nirwana yang berada di sisi utara Desa. Bukit Nirwana ini dijelaskan Puja tidak lain adalah Bukit Nampo yang karena keindahannya sering kali disebut sebagai Bukit Nirwana. 


Selain itu, bukit ini mendapat sebutan Bukit Nirwana karena dari perbukitan ini, wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan Gunung Agung yang sedang aktif.


Aktivitas Gunung Agung, lanjut   Puja, menjadi salah satu aktivitas yang indah untuk dinikmati. "Dari Puncak  Bukit Nirwana ini wisatawan bisa menyaksikan secara langsung keindahan dan keagungan Gunung Agung dari jarak yang dekat. Bukit Nirwana  juga bisa menjadi spot foto yang cantik, " paparnya.

Mau Menyatu dengan Alam, Coba Datang ke Desa Wisata Sibetan

(ISTIMEWA)

Setelah dari puncak Nirwana, wisatawan akan diajak kembali ke desa untuk menikmati makan siang dengan menu masakan khas Desa Sibetan. "Sambil menikmati makan siang, wisatawan bisa melihat aktivitas perkebunan organik yang juga merupakan bagian dari aktivitas wisata Desa Sibetan," tambahnya.

Aktivitas lain yang juga bisa dinikmati di Desa Wisata ini adalah berkemah, khususnya bagi wisatawan yang sengaja datang untuk menginap di Desa Sibetan. Setelah menikmati malam dan dinginnya udara lereng Gunung Agung, di pagi hari wisatawan bisa melanjutkan aktivitas pagi dengan jogging di trek yang sudah disediakan.
Trek joging ini berlokasi di areal persawahan Desa Sibetan,sehingga dapat menghirup udara pagi yang segar  sekaligus   menikmati indahnya pemandangan Gunung Agung di pagi hari.

“Aktivitas pagi ini ditutup dengan sarapan bersama. Untuk sarapan ini, kami akan ajak wisatawan untuk membeli sarapan di pasar desa dan memberikan sensasi menikmati sarapan di warung atau di pasar desa seperti yang dilakukan masyarakat pada umumnya,” tambahnya.

Menikmati Sajeng, Tuak Khas Sibetan
Menikmati Sajeng, Tuak Khas Sibetan

(ISTIMEWA)

Selain berwisata,  wisatawan juga bisa membeli beberapa jenis oleh-oleh khas Desa Sibetan. Mulai dari produk olahan Salak, seperti dodol salak, kopi biji salak, kripik salak, dan beberapa jenis produk makanan lainnya. 


Berwisata ke Desa Sibetan, wisatawan juga bisa membeli satu jenis minuman khas Sidemem, yakni Sajeng. "Sajeng ini adalah tuak, tuak seperti yang diketahui merupakan salah satu jenis minuman khas Bali yang berasal dari pohon enau yang memiliki kadar alkohol rendah," jelasnya.


Selain digunakan sebagai sarana upakara, jika diminum dalam jumlah tertentu, lanjut Puja, dapat berfungsi sebagai minuman penghangat badan bagi orang yang tinggal di desa yang yang cuacanya dingin seperti Desa Sibetan.


Meskipun merupakan minuman tradisional, namun di Sibetan, tuak atau Sajeng ini dikemas dalam kemasan yang cantik dan lebih modern. Sehingga tingkat kebersihannya  sangat terjamin. 


Puja mengatakan  sengaja mengemas tuak atau Sajeng ini dalam kemasan yang modern, yakni menggunakan botol beling. " Pangsa pasar dari Sajeng ini  bukan hanya pasar lokal saja,  tetapi juga menyasar pasar wisatawan asing yang datang ke Sibetan," tambahnya. 

(bx/gek/rin/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia