Selasa, 23 Jan 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment

Jadi Tuan Rumah Porprov 2019, Fasilitas Olahraga Tabanan Belum Standar

Sabtu, 25 Nov 2017 20:34 | editor : I Putu Suyatra

Jadi Tuan Rumah Porprov 2019, Fasilitas Olahraga Tabanan Belum Standar

RAKOR : Suasana rapat koordinasi (rakor) Komisi IV DPRD Tabanan bersama KONI Tabanan Jumat kemarin (24/11). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN –  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KabupatenTabanan Jumat (24/11) rapat bersama Komisi IV DPRD Tabanan. Membahas anggaran untuk menjadi tuan rumah Porprov 2019 mendatang. Sebelumnya KONI juga diundang rapat oleh pihak eksekutif dipimpin Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya. Melibatkan Dinas Pendidikan, Bappeda dan Dnas PU.

Rapat tersebut beragendakan pembahasan kebutuhan anggaran persiapan Porprov 2019 yang masuk dalam pembahasan RAPBD tahun 2018. Dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Made Dirga. Sebelum masuk ke pembahasan anggaran, terlebih dahulu Ketua KONI Tabanan, I Dewa Gede Ary Wirawan menyampaikan kepada Ketua dan Anggota Komisi IV tentang perkembambangan keolahragaan di Tabanan termasuk hasil pertemuan KONI dengan pihak eksekutif.  

Ary Wirawan menjelaskan, pada pertemuan Rabu (22/11) lalu dengan Wabup Sanjaya bersama  Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama di ruang Rapat Wakil Bupati Tabanan, telah diputuskan tahun 2018 nanti akan dilakukan rehab dan pengembangan GOR Debes.

“Karena perlu diketahui seluruh fasilitas olahraga di Tabanan belum memenuhi standar,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi IV I Made Dirga menegaskan, rapat kali ini akan focus  membahas anggaran 2018 agar pihaknya memiliki gambaran. Walaupun penanggungjawab Porprov pihak eksekutif. Namun pihaknya meminta agar KONI tetap berkoordinasi dengan legislative.

“Kami mohon KONI lebih intensif berkoordinasi  dengan kami dan bila perlu segera membentuk panitia pelaksana. Nanti kita sama-sama ajak bicara masalah perencanaan anggaran dalam pembahasan RAPBD tahun 2018 dan 2019,” ungkap Dirga.

Dalam kesempatan tersebut Komisi IV juga minta pihak Bappeda Tabanan yang hadir untuk memberikan gambaran tentang sumber dan struktur anggaran di APBD 2018-2019. Yang memungkinkan dialokasikan untuk pembangunan dan pembenahan venues olahraga. Biaya penyelenggaraan Porprov, biaya keikutsertaan atlet Tabanan di Porprov, dan operasional tahunan KONI.

Perwakilan Bappeda Tabanan, Oka Kamasan menjelaskan, kebutuhan anggaran yang diusulkan KONI Tabanan untuk penyelenggaraan olahraga tahun 2018 sebesar Rp 8,5 miliar. Dimana saat ini pihaknya baru bisa memasang sebesar Rp 4 miliar. Artinya masih kurang  Rp 4,5 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk membayar bonus atlet peraih medali pada Poprov 2017 di Gianyar sebesar Rp 1,150 miliar. Yang pada APBD tahun 2017 ini belum bisa dianggarkan, pengadaan fasilitas olahraga semua cabor, pembinaan atlet, dan biaya operasional rutin KONI.

Sedangkan untuk biaya operasional KONI Tahun 2019 termasuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur olahraga  dan penyelenggaraan Porprov 2019 masih dibutuhkan anggaran lagi sekitar Rp 17 miliar. Itu sudah harus mulai dibahas dan dimasukan dalam anggaran APBD 2018-2019.

“Dana itu sudah termasuk untuk pembenahan fasilitas dan infrastuktur olahraga hingga ke Kecamatan. Yang akan digunakan untuk penyelengaraan Porprov 2019, itu baru kebutuhan minimal,” ungkap Kamasan.

Atas penjelasan yang disampaikan oleh KONI dan Bappeda Tabanan, Ketua Komisi IV I Made Dirga pun menegaskan, Tabanan sudah masuk dalam proses persiapan menjadi tuan rumah. Sehingga tidak bisa mundur lagi, karena Poprov 2019 adalah gengsi daerah.

“Untuk itu urusan dana jangan lagi tanggung-tangung, pasang anggaran dengan optimal,” tegas Dirga. 

(bx/ras/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia