Jumat, 24 Nov 2017
baliexpress
icon featured
Politik

KRB “Bubar”, Muncul Koalisi Bali Dwipa Jaya, Usung SGB-GPS

Rabu, 15 Nov 2017 09:21 | editor : I Putu Suyatra

KRB “Bubar”, Muncul Koalisi Bali Dwipa Jaya, Usung SGB-GPS

Gede Pasek Suardika (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang baru berdiri dalam hitungan hari, sepertinya benar-benar akan “bubar”. Sebab, beberapa partai mulai keluar dan memilih bergabung dengan PDIP. Kemudian, tiga partai lainnya membentuk koalisi baru. Namanya, Koalisi Bali Dwipa Jaya yang mengusung paket SGB-GPS (Ketut  Sudikerta – Gede Pasek  Suardika). Koalisi ini terdiri dari Partai Golkar, Hanura, dan PKPI, dengan mengusung 

Salah satu orang dekat GPS, yaitu Nyoman Agung Sariawan sempat memposting kabar ini. Bahwa arah koalisi Bali Dwipa Jaya sudah terbangun dan akan mengusung SGB - GPS. Bahkan politisi yang sebelumnya duduk di pengurus inti Partai Demokrat, ini mengatakan bahwa paket ini malah tinggal deklarasi.

Dikonfirmasikan ke GPS, tidak menapik kabar ini. Bahkan bagi Waketum DPP Hanura, ini dirinya memang sudah sangat intens berkomunikasi dengan SGB. Pasek yang adalah Anggota DPD RI dapil Bali, sudah sering bertemu dengan SGB yang saat ini adalah Wakil Gubernur Bali.

“Kami berteman, jadi komunikasi sudah nyambung. Dan sudah sering bertemu,” jelas GPS saat dikonfirmasi kemarin.

Menurut Mantan Ketua Komisi III DPR RI, ini komunikasi dirinya dengan SGB juga sudah berlanjut dengan komunikasi DPP Golkar dengan DPP Hanura untuk membahas arah koalisi. Yaitu membangun Koalisi Bali Dwipa Jaya. Bahkan juga membangun koalisi dengan PKPI.

“PKPI juga kami sedang jajaki. Kemudian jika memang bisa, kami akan jajaki dengan Gerindra, bahkan Demokrat. Apalagi banyak masih ada jaringan saya di Demokrat,” sambungnya.

Politisi yang mantan Wartawan ini mengatakan, bahwa politik masih dinamis. Dan dia berharap jika memang bisa nantinya terbangun koalisi untuk di Pilgub Bali. “Apa pun masih bisa terjadi, politik masih dinamis,” jelasnya.

Terkait dengan nama koalisi, kenapa tidak langsung mengambil alih KRB (Koalisi Rakyat Bali). Pasek mengatakan bahwa ada sejarah kuat dengan nama Bali Dwipa Jaya. Bahkan Bali Dwipa Jaya adalah kata - kata yang tercantum dari logo Pemprov Bali. “Mau membangun Bali, dari Pemerintahan Bali ya dengan Bali Dwipa Jaya cocoknya. Bali kami akan bawa Berjaya,” sebut Pasek.

Dia juga mengatakan, namun apa pun masih bisa terjadi. Politik belum bisa dipastikan sebelum memang ada rekomendasi dan deklarasi. Tetapi siap dipaketkan dengan SGB? Pasek mengatakan, dirinya adalah seorang politisi. Sehingga sangat siap jika ada kompetisi politik.

“Saya ini politisi, jadi sangat siap jika ada kompetisi politik. Sama dengan pemain bola, saat ada pertandingan sepak bola pasti siap main,” tegasnya.

“Terkait dengan Pilgub, jika memang ditugaskan oleh induk partai, dan keinginan rakyat Bali, saya berkiprah di Bali, saya siap untuk ditandemkan dengan SGB,” sambung Pasek Suardika.

Sedangkan SGB saat dikonfirmasi kemarin, memastikan memang Pasek Suardika salah satu alternatif wakil. “Saya tegaskan memang saya tidak akan maju menjadi Wakil Gubernur. Saya akan maju sebagai Calon Gubernur dan Pasek Suardika salah satu kemungkinan besar kandidat wakil, selain itu ada beberapa yang lain lagi yang sedang dijajaki,” tegas politisi asal Pecatu ini kemarin.

Wakil Gubernur Bali ini mengatakan, kandidat lainnya adalah Arya Weda Karna, Rai Mantra dan Cok Pemayun yang saat ini menjabat sebagai Sekda Bali. 

(bx/art/gus /bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia