Selasa, 21 Nov 2017
baliexpress
icon featured
Bali

Kakek Bejat Cabuli Bocah di Toilet, Diberi Uang Rp 10 Ribu

Selasa, 14 Nov 2017 07:17 | editor : I Putu Suyatra

Kakek Bejat Cabuli Bocah di Toilet, Diberi Uang Rp 10 Ribu

BEJAT: Durhakim, 66, pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur diperlihatkan kepada awak media oleh Kapolsek Kawasan laut Gilimanuk, Kompol I Nyoman Subawa (dua dari kanan kemarin. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA – Perbuatan yang dilakukan seorang kakek, Durhakim, 66, sungguh kelewatan. Betapa tidak, dia tega mencabuli seorang bocah perempuan yang baru berusia 7 tahun, RNHM. Tindakan asusila tersebut dilakukan di toilet di dekat lapangan umum Gilimanuk pada Sabtu (11/11).

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol I Nyoman Subawa mengatakan tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban sesaat setelah kejadian. “Pelaku beserta barang bukti kita amankan di hari yang sama tidak lama setelah ibu korban melaporkan dugaan pencabulan tersebut ke Polsek Gilimanuk,” ujarnya.

Kapolsek Subawa menjelaskan, saat itu korban hendak mengaji di musala dekat rumahnya tiba-tiba dipanggil oleh pelaku dengan berpura-pura minta tolong diantarkan ke toilet dengan iming-iming uang Rp 10 ribu. Karena merasa kasihan, kemudian korban mengantarkan pelaku ke WC umum yang ada di lapangan umum Gilimanuk. "Setelah sampai di teras toilet, pelaku mencium bibir korban beberapa kali. Selanjutnya korban diajak masuk ke dalam toilet dan dilepas celananya oleh pelaku. Setelah celana korban berhasil dilepas, pelaku kemudian memasukan jari telunjuk kirinya secara berulang-ulang ke alat kelamin korban,” terang kapolsek kemarin.

Tidak puas sampai di situ, pelaku kemudian mengeluarkan kemaluannya dan berusaha memasukannya ke kemaluan korban. "Tapi saat pelaku berusaha memasukan kemaluannya ke kemaluan korban, korban merasa kesakitan dan kabur meninggalkan pelaku untuk mencari orang tuanya dan kemudian melaporkan perbuatan pelaku kepada kedua orang tuanya dan oleh orang tua korban kasus ini dilaporkan ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku mengakui saat itu dirinya khilaf sehingga dengan tega melakukan tindakan cabul terhadap bocah yang lebih cocok menjadi cucunya tersebut. “Baru pertama kali, Pak, saya khilaf,” sesalnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa uang tunai Rp 10 ribu telah diamankan di Mapolsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk diproses lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun penjara. 

(bx/tor/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia