Kamis, 23 Nov 2017
baliexpress
icon featured
Bali

Tremor Non-harmonik Muncul Lagi, Setengah Hari Gempa Tembus 486 Kali

Rabu, 18 Oct 2017 14:08 | editor : I Putu Suyatra

Tremor Non-harmonik Muncul Lagi, Setengah Hari Gempa Tembus 486 Kali

DISELIMUTI MENDUNG : Gunung Agung di kejauhan sama sekali tak terlihat saat difoto dari Pos Pemantauan Gunung Api Agung di Rendang, Rabu siang (18/10). (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, RENDANG - Sempat "menghilang" selama empat hari paska muncul terakhir pada 13 Oktober lalu, siang ini, Rabu (18/10) gempa tremor non-harmonik Gunung Agung kembali terekam sebanyak dua kali. Gempa tremor non-harmonik ini muncul pada pemantauan antara pukul 06.00-12.00 siang tadi. Meski begitu, kondisi Gunung Agung pun masih sama seperti sebelumnya, dan belum mengalami erupsi.

Dari data yang dirilis MAGMA-VAR (PVMBG) sesuai laporan Pos Pemantau Gunung Api Agung di Rendang, disebutkan aktivitas gunung dengan tinggi 3142 mdpl tak hanya mengalami gempa tremor non-harmonik sebanyak dua kali dengan amplitudo 1-2 mm dan durasi 88-140 detik. Pada periode jam 06.00-12.00 itu juga terpantau sebanyak112 kali gempa vulkanik dangkal. Sedangkan gempa vulkanik dalam sebanyak 172 kali. Untuk gempa tektonik lokal tercatat terjadi 16 kali, dan tektonik jauh sebanyak 3 kali.

Sedangkan dari pengamatan visual, dari kawah terpantau adanya asap bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis. Tinggi asap solfatara itu sendiri mencapai 200 meter di atas kawah puncak.

Dengan hasil pantauan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Agung pun dipastikan masih dalam level IV (Awas).

Devy Kamil, Kasubid Mitigasi Gunung Agung Wilayah Timur dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Badan Geologi, Kementerian ESDM yang ditemui di pos pantau mengatakan, jika kegempaan dan uap yang keluar mengindikasikan jika aktivitas Gunung Agung saat ini masih tinggi.

"Ya ini menandakan aktivitas relatif masih tinggi. Karena rata-rata jumlah kegempaan vulkanik dan tektonik lokal rata-rata di atas 600 kali per hari. Bahkan saat ini aktivitas kegempaan dari jam 00.00 hingga 12.00 (setengah hari) tercatat sebanyak 486 kali," ucapnya.

Apalagi seperti katanya, tadi pagi juga tercatat dua kali terjadi tremor non-harmonik, yang menandakan aktivitas magmatik di kawah Gunung Agung masih kuat.

"Bahkan pada Sabtu (14/10) lalu total kegempaan (vulkanik dan tektonik) sempat mencapai angka tertinggi 1.136 kali per hari, meski sempat turun dua hari setelahnya," sambungnya. 

(bx/wid/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia