Kamis, 23 Nov 2017
baliexpress
icon featured
Bali

Diguyur Hujan Deras, Jembrana Dikepung Bencana

Rabu, 18 Oct 2017 09:57 | editor : I Putu Suyatra

Diguyur Hujan Deras, Jembrana Dikepung Bencana

RUMAH : Kondisi Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA - Hujan deras yang mengguyur  Kabupaten Jembrana sejak Senin (16/10) sore hingga tengah malam mengakibatkan terjadinya banjir bandang disertai tanggul jebol dan tanah longsor di sejumlah titik. Seperti di wilayah Kecamatan Mendoyo, hujan deras tersebut mengakibatkan banjir bandang di Sungai Pergung. Bahkan akibat tingginya debit air sungai yang menjadi perbatasan Desa Mendoyo Dangin Tukad dengan Desa Pergung tersebut menyebabkan tanggul Sungai Pergung di sisi barat jebol di dua titik sepanjang 50 meter.

Kondisi ini menyebabkan hektaran sawah yang berisi tanaman kedele dan kacang di Subak Pecelengan Pedukuhan, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana terancam gagal panen akibat terendam air sungai bercampur lumpur.

Salah seorang warga, Putu Sumagiyasa, 40, menuturkan, kalau tanggul sungai tersebut jebol pada Selasa (17/10). “Semalam hujan deras hingga Tengah malam tadi (selasa, Red). Kira-kira pukul 01.30 dinihari tanggul sisi barat jebol sepanjang 50 meter di dua titik,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan l,okasi titik pertama tanggul yang jebol itu terletak di ujung timur proyek batu bronjong yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan. Sedangkan titik kedua berada sekitar 1 KM sebelah selatan titik jebol pertama. “Jebolnya tanggul ini menyebabkan air sungai yang bercampur Lumpur dan sampah masuk ke areal sawah warga yang berisi palawija siap panen,” terangnya.

Kepala BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila menjelaskan, dari 4 titik longsor, yang paling parah di Banjar Pangkung Lubang, Desa Pergung Kecamatan Mendoyo. “Di Kecamatan Mendoyo ini longsor ada 4 titik. Dipergung dua titik, ada juga di Banjar Pasatan, Desa Pohsanten dan di Banjar Pangkung Kue, Desa Penyaringan. Untuk korban astungkara tidak ada korban jiwa. Karena ini tebing yang longsor dan tidak ada tempat tinggal di sekitar longsor sehingga tidak ada  terjadi korban jiwa,” terangnya.

Sementara itu, hujan lebat yang terjadi hingga Selasa (17/10) dinihari juga mengakibatkan banjir di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana. Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga merendam puluhan hektar lahan pertanian warga. Hingga Selasa pagi, air masih terlihat menggenang setinggi 1 meter. 

(bx/tor/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia