Minggu, 22 Oct 2017
baliexpress
icon featured
Balinese
Pura Catur Kandapat Sari

Divonis Usianya Tinggal Tiga Hari, Sembuh setelah Melukat di Pura Ini

Kamis, 12 Oct 2017 15:01 | editor : I Putu Suyatra

Divonis Usianya Tinggal Tiga Hari, Sembuh setelah Melukat di Pura Ini

TEMPAT MELUKAT: Kolam ini menjadi tempat melukat (pembersihan niskala). Tentunya dengan sumber air yang ada di sumur. Pengobatan non medis ini dianggap sangat ampuh. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASA - Meskipun yang bertanggung jawab penuh atas Pura Dewata Nawa Sanga adalah keluarga dari Ratu Niang Rai yang sudah dilakukan secara turun temurun sejak 11 abad lalu, namun penyungsung Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga tersebut berasal berasal dari lima banjar yang ada di Desa Peguyangan. Pura ini sendiri terletak di Jalan Antasura tepatnya di Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara

Lima Banjar penyungsung itu adalah Banjar Pondok, Banjar Munakulit, Banjar Benbiu, Banjar Medesa dan Banjar Kedua. Selain kelima banjar tersebut, pemedek yang datang untuk bersembahyang ke Pura Dewata Nawa Sanga dikatakan Ratu Niang Rai berasal dari seluruh Bali. “Bahkan pemedek yang datang juga berasal dari luar Bali, seperti dari Solo, Kalimantan, Yogyakarta, Madura dan Sulawesi,” Desak Nyoman Rai, Ratu Niang Mangku Pura Catur Kandapat Sari.

Kedatangan pemedek dari luar Bali ini dikatakan Ratu Niang Rai bertujuan untuk bersembahyang dan memohon keselamatan dari Ida bhatara yang berstana di pura Dewata Nawa Sanga.

Selain didatangi oleh umat Hindu yang ingin bersembahyang di pura tersebut, pura Dewata Nawa Sanga dikatakan Ratu Niang Rai juga di datangi oleh para penari yang ingin mendapatkan taksu ketika pentas. “Selama ini banyak para penari yang datang ke Pura untuk memohon taksu sebagai penari atau penabuh, umumnya mereka datang ketika akan memulai profesi sebagai penari atau penabuh,” paparnya.

Tak hanya itu pura ini juga menjadi tempat melukat (membersihkan diri) bagi umat yang menderita sakit parah.

Salah satu kisah yang diceritakan Ratu Niang Rai, beberapa tahun lalu, ada seorang umat yang sudah divonis akan meninggal oleh dokter dalam beberapa hari mengalami mukjizat kesembuhan setelah melakukan pengelukatan di Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga. “Dulu orang ini divonis umurnya tinggal tiga hari saja, tapi setelah melukat di sini, akhirnya orang ini berangsur sembuh dan sampai sekarang masih sehat dan sering tangkil ke Pura,” paparnya. 

(bx/gek/art/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia