Senin, 23 Oct 2017
baliexpress
icon featured
Bali

WN Tiongkok Ditemukan Gantung Diri di Gubuk Warga di Pantai Batu Belig

Kamis, 12 Oct 2017 10:25 | editor : I Putu Suyatra

WN Tiongkok Ditemukan Gantung Diri di Gubuk Warga di Pantai Batu Belig

EVAKUASI: Evakuasi jenazah WNA Tingkok di Pantai Batu Belig Kamis pagi (12/10) (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pengunjung Pantai Batu Belig digegerkan atas penemuan seorang perempuan berkewarganegaraan Tiongkok pada Kamis pagi (12/10).

Perempuan yang diketahui berinisial ZX, 33, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di salah satu gubuk milik Gede Jaya, 47, alias Yayak warga Beringkit, Mengwi, dengan menggunakan selendang warna pink rambut tergerai sepinggang. Korban juga memakai baju hitam polkadot dan celana panjang gelap. Suasana sepi saat dilakukan evakuasi dan identifikasi. Sekitar pukul 09.40 wita dimasukkan kantong dan dibawa oleh ambulan PMI Badung menuju RSUP Sanglah.

“Kami ke TKP usai mendapatkan telepon dari warga. Memang benar yang bersangkutan gantung diri dengan menggunakan selendang warna pink,” terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu I Putu Ika Prabawa usai evakuasi jenasah.

Pihak kepolisian mengaku menerima laporan sekitar pukul 07.00 wita. Saat dilakukan pengecekan di TKP ditemukan bukti tali selendang warna pink, tas beserta pasport. Dari keterangan petugas kepolisian diperkirakan korban memakai batu sebagai pijakan kakinya untuk menggantungkan dirinya. “Untuk yang lain masih kami lakukan penyelidikan. Tanda-tanda kekerasan berdasarkan penyelidikan belum ditemukan,” terang Ika.

Sementara pemilik pondok Yayak datang sekitar pukul 10.17 wita menggunakan motor honda Astrea dengan nopol DK 5008 BP. Pihaknya justru tidak tahu menahu atas kejadian tersebut.

“Saya pikir ada pencurian karena banyak petugas. Saya justru ndak nyangka kalau gubuk saya digunakan untuk gantung diri. Padahal gubuk itu posisi tidak begitu kuat, sedikit didorong saja roboh. Ndak yakin juga apakah benar bunuh diri atau bagaimana,” terang Yayak kaget.

Pihaknya mengatakan bahwa Rabu sore Memang sengaja pulang telat sekitar pukul 07.00 wita lantaran masih ada tamu. “Saya datang jauh – jauh dari Beringkit jadi tidak bisa bekerja ini,” terangnya karena gubuknya digaris polisi.BALI EXPRESS, DENPASAR - Pengunjung Pantai Batu Belig digegerkan atas penemuan seorang perempuan berkewarganegaraan Tiongkok pada Kamis pagi (12/10).

Perempuan yang diketahui berinisial ZX, 33, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di salah satu gubuk milik Gede Jaya, 47, alias Yayak warga Beringkit, Mengwi, dengan menggunakan selendang warna pink rambut tergerai sepinggang. Korban juga memakai baju hitam polkadot dan celana panjang gelap. Suasana sepi saat dilakukan evakuasi dan identifikasi. Sekitar pukul 09.40 wita dimasukkan kantong dan dibawa oleh ambulan PMI Badung menuju RSUP Sanglah.

“Kami ke TKP usai mendapatkan telepon dari warga. Memang benar yang bersangkutan gantung diri dengan menggunakan selendang warna pink,” terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu I Putu Ika Prabawa usai evakuasi jenasah.

Pihak kepolisian mengaku menerima laporan sekitar pukul 07.00 wita. Saat dilakukan pengecekan di TKP ditemukan bukti tali selendang warna pink, tas beserta pasport. Dari keterangan petugas kepolisian diperkirakan korban memakai batu sebagai pijakan kakinya untuk menggantungkan dirinya. “Untuk yang lain masih kami lakukan penyelidikan. Tanda-tanda kekerasan berdasarkan penyelidikan belum ditemukan,” terang Ika.

Sementara pemilik pondok Yayak datang sekitar pukul 10.17 wita menggunakan motor honda Astrea dengan nopol DK 5008 BP. Pihaknya justru tidak tahu menahu atas kejadian tersebut.

“Saya pikir ada pencurian karena banyak petugas. Saya justru ndak nyangka kalau gubuk saya digunakan untuk gantung diri. Padahal gubuk itu posisi tidak begitu kuat, sedikit didorong saja roboh. Ndak yakin juga apakah benar bunuh diri atau bagaimana,” terang Yayak kaget.

Pihaknya mengatakan bahwa Rabu sore Memang sengaja pulang telat sekitar pukul 07.00 wita lantaran masih ada tamu. “Saya datang jauh – jauh dari Beringkit jadi tidak bisa bekerja ini,” terangnya karena gubuknya digaris polisi.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia