Rabu, 20 Sep 2017
baliexpress
Bali

Youtuber Penyebar Kebencian terhadap Agama Islam Akhirnya Dibekuk

Kamis, 27 Jul 2017 12:04 | editor : I Putu Suyatra

PELECEHAN AGAMA: Tersangka DIS (kiri) saat berada di Mapolda Bali kemarin.

PELECEHAN AGAMA: Tersangka DIS (kiri) saat berada di Mapolda Bali kemarin. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Seorang youtuber dan facebooker yang kerap menyebarkan kebencian lewat dua media sosial tersebut, DIS alias Donald Ignasius, 39, akhirnya masuk bui. Diketahui, lelaki asal Jember, Jatim yang menjadi koki di sebuah restoran di kawasan Kuta itu ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali pada Jumat lalu (21/7) sekitar pukul 11.30 di Tabanan. 

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP I Nyoman Resa mengatakan, tersangka terbukti dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kepada sekelompok masyarakat tertentu atau bermuatan SARA melalui video yang dia unggah ke media sosial atau channel Youtube.

“Dengan nama akun Donald Bali yang berisikan muatan penistaan terhadap suatu agama yang salah berlaku di Indonesia atau agama Islam. Modusnya dia itu membuat beberapa video kemudian tersangka unggah ke medsos (media sosial) Youtube TKP-nya itu di Denpasar dan Badung,” terang Nyoman Resa di Mapolda Bali kemarin (26/7).

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa satu buah HP merk Vivo Y21, warna putih beserta dua buah kartu SIM Indosat dan kartu memori micro-SD.

Dari hasil penyidikan yang diperoleh, pengungkapan tersangka berawal dari adanya laporan informasi dari Mabes Polri terkait adanya beberapa video pada media sosial channel Youtube dengan nama akun Donald Bali. Video itu berisi penistaan terhadap suatu agama.

Selanjutnya Tim Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Bali yang dipimpin Kanit IV Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra bekerja sama dengan Satuan Reskrim Polres Tabanan melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti yang terkait dengan laporan informasi tersebut.

“Video tersebut oleh tersangka kemudian di-upload oleh tersangka dengan menggunakan HP tersangka, dalam situs tersebut menuai protes dari para netizen,” jelasnya.

Tersangka kini dijerat UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE), dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Sejatinya, dia selama ini tak cuma kerap menebar kebencian di youtube. Bagi sebagian pengguna facebook, nama Donald yang menggunakan akun Donald Frans dan Donald Frans New Sr cukup populer. Friendlist dan followernya cukup banyak.  Dia cukup aktif di dunia maya lebih setahun terakhir. Postingan-postingan provokatifnya yang terus disebarkan tak pelak bikin geram banyak kalangan. Salah satunya postingan yang menghina Nabi Muhammad dan kitab suci Alquran. 

(bx/afi/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia