Senin, 25 Sep 2017
baliexpress
Bali

Pemkab Bangli dan Bali Express Siap Tingkatkan Kerja Sama

Senin, 17 Jul 2017 19:27 | editor : I Putu Suyatra

BERANGKULAN: Bupati Bangli Made Gianyar (kiri) merangkul Direktur Bali Express (Jawa Pos Group) I Made Rai Warsa di sela-sela Soft Opening Kebun Raya Gianyar di Banjar Pilan, Kerta, Payangan kemarin (17/7).

BERANGKULAN: Bupati Bangli Made Gianyar (kiri) merangkul Direktur Bali Express (Jawa Pos Group) I Made Rai Warsa di sela-sela Soft Opening Kebun Raya Gianyar di Banjar Pilan, Kerta, Payangan kemarin (17/7). (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Kerja sama antara Pemkab Bangli dengan Bali Express (Jawa Pos Group) terus dilakukan. Hal tersebut terungkap dari pembicaraan singkat Bupati Bangli Made Gianyar dengan Direktur Bali Express I Made Rai Warsa di sela-sela Soft Opening Kebun Raya Gianyar (KRG) di Desa Kerta, kemarin (17/7).

Dalam pembicaraan yang berlangsung saat berkeliling di areal KRG, baik Rai Warsa maupun Bupati Bangli Made Gianyar memang terlihat cukup santai. Sebab diakui keduanya, peran media sebagai alat kontrol dalam suatu pemerintahan memang sangat vital.

Terlebih, media juga berperan penting dalam upaya turut menyampaikan ke masyarakat apa yang menjadi program pembangunan dan langkah pemerintah dalam mensejahterakan masyarakatnya.

“Karena itu, kerja sama dan kemitraan antara pemerintah dan media itu tak bisa dipisahkan. Sebab media tak hanya menjadi alat kontrol, melalui masukan dan kritik maupun saran, juga sekaligus menjadi media untuk menyampaikan informasi terkait program kerja pemerintah, termasuk pemerintah daerah,” ucapnya.

Oleh karena itu, Bupati Bangli Made Gianyar menyatakan, sangat penting menjaga sinergitas antara media dan pemerintah. Karena koreksi media terhadap penyempurnaan sebuah program pembangunan juga sangat dibutuhkan dalam sebuah pemerintahan.

Direktur Bali Express I Made Rai Warsa menambahkan, kerja sama yang terjalin antara Bali Express dan Pemkab Bangli selama ini memang sudah berjalan baik. Meski begitu, seperti katanya sebuah sinergitas antara media dan pemerintah tetap ditingkatkan, dan tentunya tanpa harus mengurangi kritik sebagai sebuah kontrol dalam pembangunan.

“Namun kritik dan masukan yang disampaikan, mesti bertujuan untuk menjadikan pembangunan sebuah daerah menjadi lebih baik lagi kedepannya,” katanya. 

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia