JawaPos Radar

Serba-serbi Asian Games 2018

Tinggalkan Keluarga 1,5 Tahun, Abu Dzar Persembahkan Emas untuk Ibu

29/08/2018, 09:34 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Atlet Asian Games
MERIAH: Masyarakat berebut foto dengan para atlet panjat tebing yang datang di Bandara Adisutjipto Jogjakarta usai mengikuti Asian Games , Selasa (28/8). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Tim panjat tebing Indonesia kembali menorehkan sejarah di Asian Games 2018. Kali ini persembahan emas ke-21 tersebut berasal dari cabang olahraga (cabor) panjat tebing speed relay yang berlangsung di Jakabaring Sports City, Palembang, Senin (27/8).

Tim Indonesia yang terdiri dari Rindi, Veddriq, Abu Dzar Yulianto dan Muhammad Hinayah itu berhasil menjadi yang tercepat. Mereka mencatat waktu 18,99 detik, mengalahkan tim Thailand. 

Siapa sangka, salah satu atlet yang menyumbangkan emas tersebut berasal dari Kota Malang, yakni Abu Dzar Yulianto. Pria berusia 34 tahun itu mengaku sudah menggeluti dunia panjat tebing sejak tahun 1999 silam, atau sudah 19 tahun lamanya.

Bapak satu anak itu mengatakan, perolehan emas ini merupakan capaian yang membanggakan baginya maupun keluarga. Menurutnya, pertandingan yang telah dijalaninya itu merupakan pertandingan yang seru serta menegangkan. "Pertandingannya sangat seru, menegangkan. Itu pertandingan yang sangat keren untuk Indonesia," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (28/8). 

Dia menceritakan, ada suka duka dalam kemenangannya pada ajang bergengsi ini. "Sukanya karena kami fokus untuk membela negara, memberikan terbaik untuk negara. (sementara) dukanya, sering meninggalkan keluarga, ke luar negeri, jarang pulang, jarang ketemu anak istri," ungkapnya.

Ya, sebelum mengikuti ajang Asian Games 2018, Abu harus terlebih dahulu mengikuti pelatihan nasional selama sekitar 1,5 tahun di Jogjakarta. Tak pelak, hal itu mengharuskan Abu harus terpisah dari keluarganya untuk sementara waktu. Tak hanya istri, dia juga harus rela meninggalkan putranya yang masih berusia 5  tahun.

Namun, pengorbanannya tersebut terbayar dengan hasil yang memuaskan. Dirinya bisa mempersembahkan emas bagi Indonesia maupun keluarganya. "Keluarga sangat bangga, karena sudah banyak yang saya korbankan untuk mengikuti Asian Games ini. Mereka bangga sekali," paparnya.

Abu mengungkapkan, selain untuk bangsa, perolehan emas tersebut juga dipersembahkan untuk almarhum ibunya. "Dan untuk seluruh rakyat Indonesia yang mendoakan, serta untuk orang-orang yang terkena musibah, semoga bisa ikut merasakan kebahagiaan," kata dia.

Sementara itu, Abu mengatakan, cabor panjat tebing memang menjadi salah satu cabor yang ditargetkan untuk mendapatkan medali emas. "Targetnya kami dapat 3," ujarnya. 

Dengan diperolehnya medali emas ini, Abu berharap cabor panjat tebing bisa semakin dikenal oleh masyarakat. Dia juga berharap, ke depannya bisa semakin banyak next generation yang mewakili panjat tebing di olimpiade. "Semoga lebih diperhatikan lagi atlet-atlet berprestasi," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up