JawaPos Radar

Asian Games 2018

Demi Ikut Pelatnas, Atlet Panjat Tebing Indonesia Cuti Kuliah

28/08/2018, 09:42 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Asian Games 2018, Panjat Tebing, Indonesia, Muhammad Hinayah, Medali Emas
Muhammad Hinayah saat memberikan keterangan pers didampingi Gubernur Sumsel, Alex Noerdin (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perjuangan para atlet dalam meraih medali emas tidaklah mudah. Hal ini dirasakan oleh Muhammad Hinayah yang merupakan atlet panjat tebing Indonesia asal Musi Banyuasin (Muba) Sumsel.

Seperti diketahui, Muhammad Hinayah merupakan salah satu atlet di tim putra Indonesia dua yang berhasil mendapatkan medali emas untuk nomor speed relay di Venue Sport Climbing Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Senin (27/8) malam WIB.

Muhammad Hinayah mengakui hobinya tersebut telah digelutinya sejak masih kecil. Dia berusaha untuk memanjat dan melewati setiap tantangan dalam panjat tebing.

"Awalnya itu saya hanya diajak saja, jadi saya ikut dan belajar," katanya saat ditemui JawaPos.com, Senin (27/8).

Seiring berjalannya waktu, dia pun mulai mencintai olahraga tersebut. Dan, mulai memfokuskan diri untuk menjadi atlet terutama nomor speed. Bahkan, dia mengaku sempat stop out (SO) dari tempat kuliahnya yaitu Poltek untuk memperdalam ilmu panjat tebing.

Perjuangannya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dia pun beberapa kali mendapatkan gelar juara seperti di Moskow, Porwil, dan Asian Games sebelumnya.

"Pada Asian Games sebelumnya saya hanya mendapatkan medali perak, sedangkan pada Porwil saya berhasil mendapatkan emas," ujarnya.

Jelang berlaga di Asian Games 2018, Hinayah pun kembali SO karena harus ikut Pelatihan Nasional (Pelatnas). Beruntung, tempat kuliahnya memberikan dukungan penuh sehingga dia kembali diizinkan untuk SO dalam perkuliahan.

"Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada keluarga maupun tempat kuliah karena mendukung hingga saya bisa mendapatkan gelar juara. Ini tentunya menjadi motivasi saya di setiap perlombaan," ujarnya.

Hinayah sangat bersyukur atas kemenangan yang diraihnya. Menurutnya, sebelum berlomba dia sempat tegang. Terlebih lagi, pesaingnya sesama dari Indonesia.

Meskipun begitu, dia mengaku timnya dan tim Indonesia satu sebagai lawannya bertekad yang penting bisa membawa nama bangsa Indonesia. Tak peduli, siapapun nantinya yang akan mendapatkan juara.

"Alhamdulillah dalam pertandingan kali ini kami berhasil mendapatkan emas dan membawa nama bangsa Indonesia berkibar," tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengakui keteguhan dari Hinayah patut diacungi jempol. Gubernur mengaku sebagai mantan Bupati Muba selama dua periode, dia elalu melihat keteguhan Hinayah.

"Dia (Hinayah) setiap kali latihan di Muba, jadi ini merupakan hasil buah perjuangannya dari dahulu hingga saat ini," ungkap Alex Noerdin.

Sebagai bentuk apresiasi bahwa atlet Sumsel mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia, Alex Noerdin akan memberikan satu unit rumah untuk Hinayah. Itu merupakan janjinya bagi setiap atlet dari Sumsel yang mendapatkan medali emas di Asian Games 2018.

"Lokasi rumahnya biar Hinayah yang menentukan sendiri," singkat Alex Noerdin.

Sebelumnya, tim putra yang terdiri dari Muhammad Hinayah, Rindi Sufriyanto, dan Abu Dzar Yulianto berhasil mencatat waktu 18,68 detik. Sedangkan lawannya dari tim putra Indonesia satu yang terdiri dari Aspar, Sabri, dan Pangeran Septo Wibowo Siburian mengalami foul start.

Tim putra Indonesia dua berhasil mendapatkan medali emas, sedangkan tim putra Indonesia satu mendapatkan perak, sedangkan untuk medali perunggu didapatkan tim putra Tiongkok dua dengan catatan waktu 21,64 detik.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up