JawaPos Radar

Asian Games 2018

Eko Yuli, Dari Penggembala Kambing Menuju Orang Tajir

22/08/2018, 00:23 WIB | Editor: Bagusthira Evan Pratama
Asian Games 2018, Angkat Besi, Eko Yuli, medali emas
Prosesi pengalungan medali emas yang dilakukan Presiden RI, Joko Widodo kepada Eko Yuli Irawan (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Prestasi besar diraih Eko Yuli Irawan. Ia yang tampil dalam cabang olahraga angkat besi Asian Games 2018 berhasil meraih medali emas usai mengalahkan dua rivalnya, Van Vinh Trinh (Vietnam) dan Adkhamjon Ergashev (Uzbekistan).

Secara keseluruhan, Eko Yuli sukses mengangkat beban 331 Kg. Sementara Van Vinh Trinh hanya mengangkat 299 Kg dan Ergashev 298 Kg.

Berkat hasil ini, Eko Yuli mencetak rekor dalam sejarah olahraga Indonesia. Ia merupakan lifter pertama tanah air yang mendapatkan medali emas di pentas Asian Games.

Asian Games 2018, Angkat Besi, Eko Yuli, medali emas
Medali emas diraih Eko Yuli Irawan setelah Eko Yuli sukses mengangkat total beban 331 Kg. (Reuters)

"Saya senang banget Eko bisa mendapatkan medali emas. Karena sebelumnya dia kan dapatnya medali perak (di SEA Games 2017)," ungkap Saman, ayah kandung Eko.

Di hadapan awak media, Saman menyebut kalau Eko sudah diprediksi dari jauh-jauh hari bakal meraih kesuksesan di nomor 62 Kg. Prediksi tersebut akhirnya jadi kenyataan, dan Saman puas anaknya dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya dari atas podium tertinggi.

"Saya deg-degan juga sampai mau jantungan saat melihatnya tampil. Tapi saya ada feeling kemarin dia bisa mendapat medali emas," ucapnya bangga.

Berkat prestasi membanggakan tersebut, Eko Yuli bakal mendapat bonus uang Rp 1,5 miliar dari pemerintah. Selain itu ia dijanjikan mendapat rumah serta status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jika melihat jauh ke belakang, tentunya tak ada yang menyangka nasib Eko Yuli akan berubah 180 derajat. Sebab beberapa tahun lalu Eko hanyalah seorang penggembala kambing yang tinggal di Provinsi Lampung.

Namun setelah mendapatkan medali emas, nasib baik sudah menanti Eko di depan mata. Kini ia bisa mengubah kondisi ekonomi keluarganya menjadi lebih baik.

"Dia dulu seorang penggembala kambing. Jadi kambingnya dia ikat, kemudian dia latihan. Kemudian dari situ dia latihan terus," ujar Saman dengan mata berkaca-kaca.

(ce1/mat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up