alexametrics
Asian Games 2018

Bobby Putuskan Jadi Atlet Layar Setelah Dibayar Rp 15 Ribu

1 September 2018, 15:29:08 WIB

JawaPos.com – Penyelenggaraan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang membuat semangat para atlet semakin menggebu untuk mendulang medali. Salah satunya atlet layar Indonesia, Bobby Feri Andriyanto.

Mengenal olahraga layar sejak umur 10 tahun, membuat dirinya telah terbiasa dengan gelombang laut. Pertama kali sosok yang mengenalkan layar kepada Bobby adalah mantan atlet layar Indonesia yang juga ayahnya, Eddy Sulistianto.

“Ayah saya itu atlet layar. Dia juara tahun 1986, juara Asian Games. Dulu namanya Asian Regatta tapi itu setingkat Asian Games. Dia  jadi satu-satunya atlet layar yang ikut di Olimpiade Seoul 1988 silam,” tutur atlet berusia 39 tahun itu saat ditemui di Venue Sailing, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (1/9).

Dari segala prestasi yang diciptakan oleh ayahnya di Indonesia, perlahan tapi pasti Bobby mulai senang dengan olahraga yang cukup berbahaya tersebut, walaupun ia sebenarnya lebih menggandrungi voli dan basket.

“Di layar ini dicemplungin sama ayah. Saat itu pernah saya disuruh bertanding layar, tapi saya sama sekali gak pernah pegang layar. Nah, pas bertanding cuma dikasih tahu, ini angin dari sana, layarnya seperti ini, pegangnya seperti ini, udah jalan, dan saya nomor 3 waktu itu,” terang ayah beranak tiga tersebut.

Berangkat dari kejuaraan-kejuaraan lokal, Bobby mulai memperluas pengalamannya di bidang layar. Bahkan, Bobby sempat menceritakan kisah pertama kali dia mendapatkan hadiah kemenangan dari olahraga layar.

“Hadiah pertama Saya Rp 15.000, tahun 1989, saya umur 10 tahun saat itu. Nah, karena saat itu saya suka main basket dan voli, akhirnya ayah yang bilang, sekarang olahraga yang menjamin masa depan mana?” kenangnya dengan senyuman.

Bobby pun akhirnya mengambil langkah menjadi atlet layar professional dengan mengikuti berbagai turnamen tingkat nasional hingga internasional. Dirinya mengaku telah mengikuti tujuh kali turnamen PON. Begitu juga halnya dengan SEA Games, pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara.

“Kalau untuk Asian Games ini pertama kali. Kalau untuk PON total sudah ada 11 medali emas yang saya dapat. Kalau untuk SEA Games, saya pernah dapat perak tahun 1997 dan perunggu tahun 1995,” ungkapnya.

Menjadi atlet layar Indonesia membuatnya dilantik menjadi PNS di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tetapi, Bobby menyatakan prosesnya menjadi PNS tidaklah mudah seperti atlet sekarang.

Bobby pernah bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta pada tahun 2003-2008. Setelah itu, pada 2008-2012 dirinya dipindahtugaskan bekerja di Bahtera Jaya Ancol.

“Ya namanya pindah sana sini sudah wajar ya. Saya diberikan penghargaan dulu jamannya Pak Sutiyoso. Masuknya 2003 tapi, jadi PNS itu tahun 2011,” tuturnya.

Saat ini, dirinya dipercaya untuk menjadi Kasatpel Olahraga Kecamatan Pademangan. Mempunyai dua tanggung jawab membuat dirinya terus belajar membagi waktu antara latihan mengasah kemampuannya berlayar dan bertugas di Pemerintahan.

“Harus bisa, mau nggak mau atur waktu. Kalau kayak gini memang kan ijin sama Pak Camat untuk bertanding agar diberi dispensasi, setelah itu menunaikan tanggung jawab lagi di Pademangan,” tuturnya.

Sayang, Bobby belum sanggup menorehkan medali pertamanya di Asian Games 2018 karena ketatnya persaingan. Meski gagal, dirinya meminta agar pemerintah dapat memperhatikan fasilitas dan perlengkapan olahraga layar agar dapat mengembalikan budaya medali kembali.

“Sebenarnya setelah ini ada rencana ingin pensiun. Capek, dan nggak ada perubahan peningkatan fasilitas. Tapi ya lihat saja nanti, ada sih keinginan untuk jadi pelatih karena setelah jadi atlet, ini dunia saya, saya akan tetap di layar,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : (rgm/JPC)



Close Ads
Bobby Putuskan Jadi Atlet Layar Setelah Dibayar Rp 15 Ribu