alexametrics

Terbiasa Kesurupan sejak Kecil

29 November 2019, 06:34:08 WIB

JawaPos.com – Sepuluh pemain jaran kepang dari Sanggar Cakra terlihat menari tanpa arah di sepanjang Jalan Bronggalan Sawah II, Surabaya, Minggu (24/11). Mayoritas anak-anak. Usianya 10–17 tahun. ’’Mereka memang asli kesurupan,’’ tutur Sujiono, salah satu sesepuh Sanggar Cakra.

Pertunjukan dilanjutkan interaksi tujuh ganongan dan tujuh warok. Tanpa terlihat takut, ganongan menunjukkan gaya menantang sang warok untuk dipecuti. Adegan itu berlangsung sekitar 15 menit. Dilanjutkan Dua Raja Klono yang menari di tengah-tengah penonton.

Sekitar 15 menit kemudian, semua penampil yang berjumlah 20 orang bersama-sama berkumpul di tengah. Para penari reog mengelilingi dupa yang sudah tersedia di tempat mereka menari. Empat sesepuh reog membacakan mantra-mantra. Dalam hitungan detik, seluruh penari reog kesurupan. ’’Mereka terbiasa diajari sejak kecil. Bahkan, ada yang belajar sejak umur 3 tahun, jadi tanpa ada rasa khawatir dan takut lagi,’’ papar Sujiono.

Adegan kesurupan berlangsung selama setengah jam. Mereka menari tanpa arah dan tidak sesuai alur musik. Bahkan, ada yang hanya berkeliling di tengah-tengah dupa. Menyadarkan mereka pun perlu usaha. Ada yang mudah. Ada pula yang sulit. Menurut Sujiono, hal itu bergantung kontrol diri masing-masing.

Salah satu ganongan yang kesurupan adalah Rama Wibowo. Anak berusia 13 tahun itu menceritakan kesannya selama kesurupan. ’’Ya enggak sadar apa-apa. Tapi, kalau sudah sadar, badan terasa capek sekali,’’ tuturnya.

Selain reog, anggota sanggar Cakra menampilkan tari remo. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari peresmian Art Gallery Kid Shop di Sanggar Cakra. Founder Sanggar Cakra Rama Indra menjelaskan, art gallery tersebut memajang hasil karya siswa sanggar. Misalnya, menjual batik, lukisan, dan karya seni lain. ’’Semua hasil karya anak-anak yang mayoritas di bawah 17 tahun,’’ jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : nas/c15/any



Close Ads