alexametrics

Tari untuk Merawat Kemanusiaan

29 April 2020, 23:54:50 WIB

JawaPos.com – Hari tari dunia 2020 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, hari tari dunia dirayakan dengan beragam presentasi karya di berbagai panggung oleh para pecinta tari sedunia. Tahun ini, panggung-panggung perayaan itu muncul dalam bentuk virtual. Tari lantas tak sekadar serangkaian gerak yang ditata menjadi sebuah koreografi.

’’Kita menari untuk mengingatkan dunia bahwa kemanusiaan masih tetap ada di tengah situasi pandemi sekarang ini,’’ terang Gregory Vuyani Maqoma yang terpilih menjadi seniman penulis pesan tahunan hari tari dunia kali ini. Pesan tahunan tersebut disiarkan melalui laman International Theatre Institute (ITI). Aktor, koreografer dan penari dari Afrika Selatan tersebut mengingatkan tari menjadi salah satu cara untuk memupus kepedihan di tengah cobaan berat belakangan ini.

Pada soal ini, tari dapat hadir sebagai langkah untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. ’’Hari tari adalah perayaan kepada mereka yang dapat melihat nilai penting tari dan berperan sebagai pengingat kepada pemerintah, politisi, dan institusi lain yang belum memahami nilai penting tari bagi masyarakat sekaligus potensinya untuk pertumbuhan ekonomi,’’ terang Gregory.

Hari tari dunia dicetuskan oleh Komite Tari dalam organisasi ITI pada 1982. Peringatan hari tari mulanya ditujukan untuk merayakan keragaman bentuk seni dan kelenturannya menembus batasan politik, budaya, dan etnis melalui bahasa universal bernama tari. Tiap tahun, ITI memilih orang-orang terdepan dalam seni tari untuk menuliskan pesan tahunan hari tari. Lalu, selalu ada gala hari tari dunia yang mengundang para pelaku tari dari berbagai negara untuk merayakan bersama di kota terpilih. Tahun ini gala ditiadakan dan diganti dengan perayaan melalui panggung-panggung virtual. (tir)

 

 

Editor : tir

Saksikan video menarik berikut ini: