alexametrics

Upaya Ringkas Mengarsipkan Filosofi

22 Juni 2020, 21:13:59 WIB

JawaPos.com – Ruang daring tidak hanya membuka kemungkinan munculnya panggung-panggung virtual. Kemungkinan untuk menggunakannya sebagai arena pengarsipan juga sangat terbuka. Koreografer Otniel Tasman adalah salah satu pelaku seni yang sadar potensi ruang daring semacam itu. Melalui kanal Otniel Dance, dia mencoba mengarsipkan konsep-konsep di balik proses penciptaan sejumlah seniman senior.

’’Saya memberi judul Artdaptation. Idenya dari adaptasi,’’ kata Otniel. Artdaptation lebih banyak berisi bincang-bincang antara Otniel dengan seorang narasumber. Garin Nugroho dan Didi Nini Thowok adalah dua nama di antaranya. Bersama tiap narasumber, Otniel membicarakan banyak hal yang tak selalu berkutat dengan kesenian. Pada edisi yang menghadirkan Didi Nini Thowok misalnya.

Dalam edisi tersebut Otniel tidak hanya menelusuri latar belakang pemikiran Didi Nini Thowok dalam berkarya. Dia juga membicarakan bagaimana sebaiknya menjadi penari yang baik. Sedikit berbeda, dalam edisi yang menghadirkan Garin Nugroho, di sela tanya jawab juga ada pembacaan puisi oleh sutradara film itu. ’’Artdaptation lebih bergerak ke arah pengarsipan jejak digital dan sharing para seniman tentang filosofi berkaryanya masing-masing secara ringkas,’’ kata Otniel.

Otniel mengakui dirinya masih mencari-cari bentuk ruang daring sebagai panggung pertunjukan. ’’Awalnya memang dari pemikiran tentang bagaimana memindahkan panggung ke media baru,’’ katanya. Namun, upaya itu sama sekali tak mudah. Banyak tantangan yang terentang dari persoalan teknis dan konseptual. (tir)

 

 

Editor : tir

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads