alexametrics

Jejak Godot dalam Vertical Recall

14 April 2020, 23:49:25 WIB

JawaPos.com – Kanal Youtube Komunitas Salihara menayangkan Vertical Recall yang pernah hadir dalam Helatari 2017. Karya tari dari Melati Suryodarmo ini terinspirasi dari lakon Waiting for Godot karya Samuel Beckett. Hingga 20 April 2020, Vertical Recall dapat diakses tanpa berbayar. Pada Vertical Recall, koreografi gubahan Melati ditarikan oleh Agus Margiyanto, Luluk Ari, Kristiyanto, Djiwo, dan Ikbal Lubys. Terinspirasi dari Waiting for Godot dengan sendirinya tidak berarti Vertical Recall hadir dengan tendensi memainkan naskah teater tersebut lewat tarian.

Bagi yang mengenal Waiting for Godot, tidak sulit menemukan jejaknya dalam Vertical Recall. Dalam naskah Beckett, lakon itu dibuka dengan sepasang karib yang sedang menunggu kedatangan Godot di dekat pohon. Sembari menunggu, mereka berdebat banyak hal. Godot tak pernah datang. Hanya dua tokoh lain dan utusan penyampai pesan Godot baru bisa datang besok yang mereka temui. Mereka kembali menunggu dan semua peristiwa beserta perdebatan yang sama terulang lagi.

Vertical Recall dibuka dengan kemunculan dua penari dalam posisi sejajar perlahan memasuki panggung yang tidak menunjukkan penanda waktu dan ruang spesifik. Tata cahaya redup bagian pembuka ini mengaburkan keberadaan tambang di bagian belakang tubuh penari yang saling menghubungkan mereka. Dari bangku penonton, tubuh dua penari tampak miring namun tetap kokoh sembari terus perlahan maju ke bagian tengah panggung. Mereka lantas menggerakkan tubunya dengan beragam koreografi sebelum tiga karakter lain masuk ke panggung lalu muncul pengulangan bagian awal pertunjukan.

Waiting for Godot dan Vertical Recall sama-sama memiliki latar waktu yang tak jelas. Keduanya melibatkan sebatang pohon sebagai penanda ruang. Namun, keduanya tidak sedang membicarakan hal yang sama. Vertical Recall tidak bertolak dari absurditas menunggu dalam ketidakpastian yang berulang. Karya ini berangkat dari studi perilaku tentang bagaimana tubuh manusia harus berhadapan dengan beragam tekanan dan cekaman di sekitarnya. Tubuh yang miring, jatuh, tergelepar, diam, melawan, hingga meraung marah muncul dalam Vertical Recall dengan terang.

Tayangan ini adalah bagian dari program Stay A(r)t Home yang ditaja Komunitas Salihara sebagai respons terhadap pembatasan sosial pasca merebaknya Covid-19. Melalui program tersebut, secara berkala kanal Youtube Komunitas Salihara menayangkan beragam dokumentasi pertunjukan, diskusi, juga pameran yang pernah diselenggarakan sejak 2008-2020. (tir)

 

 

Editor : tir

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads