alexametrics

Ruang Tradisi Ndalem Sunartan

6 Agustus 2020, 00:22:30 WIB

JawaPos.com – Ndalem Sunartan adalah rumah keluarga dengan pendapa lega yang berusia sekitar 200 tahun. Rumah ini terletak di belakang Studio Lokananta di Solo. Pasangan koreografer-penari Danang Pamungkas dan Dewi Galuh Sintosari mendiami rumah ini. Di pendapa Ndalem Sunartan, latihan gerak hingga vokal menjadi rutinitas bagi Danang dan Galuh beserta kawan-kawannya. Di masa pandemi, aktivitas seni di Ndalem Sunartan tak menyurut.

Aktivitas mereka tak melulu berkutat pada mengolah tubuh untuk tari. Mereka juga asyik mengerjakan upaya pendokumentasian tari tradisi gaya Solo yang kini langka. Kerja pengarsipan itu lantas berkembang menjadi sebuah pentas daring yang tak cuma menampilkan koreografi namun juga menghadirkan narasumber membincangkan detil karya. Siapa penciptanya, apa pentingnya, hingga bagaimana karya itu kini jadi bahasan menarik. ’’Ndalem Sunartan kemudian menjadi nama program,’’ kata Danang.

Ndalem Sunartan sebagai sebuah program melibatkan Fitria Trisna Murti, Fajar Prastiyani, Wahyu Santosa Prabowo, Resita Ayu Kusuma Devi, Irwan Dhamasto, Sigit Pratomo, dan Mc Muncang. Program daring itu mendapat sambutan positif. Bertiket terbatas 50 orang, Ndalem Sunartan di Solo diakses oleh penonton dari Inggris, Belanda, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, dan Prancis.

Ndalem Sunartan edisi pertama pada pertengahan Juli lalu itu mengetengahkan tari Srimpi Tamenggita sebagai menu. Srimpi Tamenggita adalah tari tradisional Jawa gaya Solo yang saat ini hampir punah karena semakin jarang ditarikan. Lalu, ada pula tari Gunungsari dan tari Bromastra yang juga berasal dari khasanah tradisi tari gaya Solo. Sukses itu disambut serius dengan merancang Ndalem Sunartan jilid dua. ’’Rencananya akan diselenggarakan pada 8 Agustus 2020 nanti,’’ kata Danang.

Pada edisi terbarunya, Ndalem Sunartan tidak hanya menyuguhkan tari. Gamelan gadhon (Ringkas, Red) sengaja dihadirkan untuk mengiringi langsung tarian yang dimainkan. Lalu, KRT Hartono dan Umi Hartono menjadi narasumber di Ndalem Sunartan kali ini. Dua narasumber tersebut adalah orang-orang yang piawai dalam hal karawitan, tembang dan tarian gaya Mangkunegaran. Edisi ke dua Ndalem Sunartan juga mengjundang seniman multidisiplin Wahyu Santoso Prabowo sebagai narasumber.

Danang menyebut, tradisi dan budaya khas Solo memang menjadi fokus dari Ndalem Sunartan. Konsep semacam itu dengan sendirinya menempatkan Ndalem Sunartan sebagai rumah bagi tradisi. ”Kami memang fokus gaya Surakarta-Mangkunegaran dan lingkup tradisi murni,” katanya. Namun demikian, Ndalem Sunartan tidak tertutup dengan bentuk-bentuk seni yang lain. (tir)

 

 

 

 

Editor : tir

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads