alexametrics

Pilihan Tari dalam Genggaman

6 April 2020, 00:12:20 WIB

JawaPos.com – Seniman tari antero dunia tidak berhenti berkarya kala wabah Covid-19 belum reda. Karya mereka makin banyak yang dibagikan melalui media daring. Ada yang melalui laman mereka, juga media sosial. Tidak semuanya menyajikan karya baru. Ada yang berasal dari dokumentasi pertunjukan, latihan, diskusi, juga video pendek. Berikut beberapa pilihan karya-karya tari yang dapat diakses secara gratis.

Koreografer dan penari Eko Supriyanto melalui kanal Youtube Budaya Saya membagikan pengetahuannya lewat serial Masterclass Koreografi Tari. Eko mulai mengudara pada 30 Maret lalu. Setiap Senin, Rabu dan Sabtu, dari pukul 11.00 hingga 12.00, Eko dijadwalkan hadir di kanal yang dikelola Kemendikbud itu.

Hingga 7 April 2020, dokumentasi pertunjukan Holy Body karya Anis Harliani dapat diakses melalui kanal Youtube Komunitas Salihara. Karya ini adalah pertunjukan tari dokumenter yang merekam pengamatan Anis Harliani mengenai persoalan ukuran tubuh ideal di lingkungan tari. Anis membawakan pertunjukan ini dengan berbagai bentuk: tari tradisional, dangdut sampai campursari koplo. Holy Body adalah salah satu peserta Helatari 2019.

Dari Belanda, Opera Ballet Nasional yang tutup hingga 1 Juni 2020 mendatang juga memilih menghadirkan pertunjukannya lewat internet. Beberapa nomor pertunjukan mereka dapat diakses tanpa biaya. Lakon-lakon klasik yang pernah mereka mainkan seperti Don Quixote karya koreografer Alexei Ratmansky bebas diakses tanpa harus mendaftar. Selain pertunjukan, laman mereka juga menayangkan kelas daring.

Bolshoi Theatre (Rusia) mengambil siasat sama dengan memutuskan untuk membagikan pertunjukan-pertunjukan mereka melalui Youtube. Selain pertunjukan, kanal Bolshoi Theatre juga menghadirkan percakapan dan dokumentasi di sekitar latihan mereka. Video-video dalam kanal ini menggunakan bahasa Rusia dengan terjemahan Bahasa Inggris.

Sepeninggal Martha Graham yang meninggal pada 1991, Martha Graham Dance Company tidak lantas bubar. Kelompok tari yang berdiri pada 1926 itu tetap eksis dan kini membagikan rutinitas kelas latihan mereka melalui kanal Youtube. Kelas daring tersebut dapat diikuti oleh siapa saja dari rumah. (tir)

Editor : tir

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads