alexametrics

Arena Isolasi 5 Perupa Muda

21 Oktober 2020, 06:11:48 WIB

JawaPos.com – Galerikertas menaja pameran perupa muda pilihan Irawan Karseno bertajuk Isolasi 5 Perupa. Pameran dibuka pada 20 Oktober dan terbuka untuk publik hingga 2 November 2020. Pameran ini terbuka bagi publik dan dapat dikunjungi secara langsung dengan penerapan protokol Covid-19 yang wajib diikuti oleh para pengunjung.

Isolasi 5 Perupa adalah kelanjutan pameran tunggal Irawan Karseno berjudul Melukis dari dalam Kereta di Galerikertas pada 18 September hingga 15 Oktober 2020 lalu. Sejak tahun 2018, Galerikertas mengundang para perupa berpengalaman untuk berpameran. Lalu, perupa tersebut akan memilih perupa-perupa muda yang mengajukan diri melalui presentasi konsep dari undangan terbuka.

Model kerja semacam itu menjadikan pameran perupa muda menjadi ruang untuk berbagi pengalaman yang bernilai. Para perupa muda secara langsung mendapat ilmu dari yang lebih berpengalaman dalam menajamkan konsep dan karya mereka. Cara ini sekaligus menjadi ruang lega bagi perupa muda terpilih untuk belajar berkarya dari hulu sejak karya masih menjadi konsep, persiapan produksi, karya hingga hilir pada soal bagaimana presentasi karya dalam sebuah pameran.

’’Galerikertas tidak menentukan siapa yang akan dipilih. Semua diserahkan kepada perupa berpengalaman yang sedang berpameran,’’ kata Kurator Galerikertas Heru Joni Putra. Menurutnya, tiap perupa berpengalaman punya cara masing-masing saat memilih perupa muda. Pada Isolasi 5 Perupa,  Irawan Karseno memilih Ahmad Taufik Hidayat, Ibnu Jamal Asyary, Kasia Athallah Prayitno, Krismarliyanti, dan Mochamad Samba.

Lima perupa muda itu pada mulanya berkarya berdasarkan cerita-cerita personal. Kisah mereka sama-sama berkait-simpul dengan persoalan yang sedang dialami semua pendudukan dunia, yaitu pengisolasian diri semasa pandemi kini. Dari hubungan kait-mengait itu mereka kemudian mencoba memaknai isolasi dengan berbagai cara.

Heru menambahkan, para perupa muda di pameran ini mencoba meluaskan makna isolasi itu sendiri. Di satu sisi membawanya ke berbagai kemungkinan pemaknaan, di sisi lain tetap mencoba bolak-balik dari isolasi dalam makna personal ke isolasi dalam makna komunal seperti saat ini. Ada yang mencoba mengekpresikannya dengan corak abstrak, figuratif, juga dalam bentuk tiga dimensi. (tir)

Editor : tir



Close Ads